Keterbatasan Bukan Penghalang, SMPN 50 Palembang Sukses Gelar TKA 2026

Laporan: Hasan Basri

 

KOTA PALEMBANG, BSKeterbatasan perangkat tak menyurutkan langkah SMP Negeri 50 Palembang dalam menjaga kualitas pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Di tengah sarana yang terbatas, sekolah ini justru tampil dengan manajemen yang terukur dan disiplin pelaksanaan yang ketat, memastikan seluruh peserta tetap terlayani optimal tanpa celah gangguan.

 

Kepala sekolah, Penghuni, menegaskan bahwa hingga hari pelaksanaan, TKA berjalan lancar tanpa kendala berarti. Bahkan, sekolah telah mengantongi sertifikat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan kategori nilai baik. Sistem pengawasan silang diterapkan secara konsisten guna menjaga integritas dan kredibilitas ujian. “Semua berjalan sesuai prosedur. Tidak ada kendala yang mengganggu jalannya TKA,” ujarnya tegas.

 

Sebanyak 269 siswa ambil bagian dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Dengan keterbatasan perangkat, sekolah menerapkan skema pembagian sesi secara sistematis. Hari pertama dan kedua masing-masing berlangsung tiga sesi, sementara hari ketiga dan keempat ditingkatkan menjadi empat sesi per hari. Skema ini tidak hanya efektif, tetapi juga adaptif memberi ruang bagi peserta yang berhalangan hadir untuk mengikuti ujian susulan tanpa mengganggu keseluruhan jadwal.

 

Di balik kelancaran tersebut, terdapat kerja kolektif yang menjadi kunci. Dari hanya 15 unit Chromebook yang dimiliki, sekolah menggerakkan solidaritas internal. Guru-guru secara gotong royong meminjamkan laptop dan komputer pribadi hingga terkumpul 40 perangkat aktif yang seluruhnya berfungsi maksimal selama ujian berlangsung. Upaya ini menegaskan bahwa keterbatasan bukan hambatan, melainkan tantangan yang dijawab dengan kolaborasi nyata.

 

Persiapan pun dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan. Sejak Desember 2025, pihak sekolah telah menggelar sosialisasi kepada wali siswa untuk menanamkan pemahaman tentang urgensi TKA. Pendekatan persuasif terus diperkuat, termasuk dengan memanggil kembali wali siswa kelas IX sepekan sebelum ujian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keterlibatan orang tua dalam mendukung kesiapan dan kedisiplinan siswa.

 

Peran wali siswa terbukti krusial dalam menjaga ketepatan waktu dan kehadiran peserta. Sekolah menerapkan pemantauan aktif, bahkan melakukan komunikasi langsung kepada orang tua jika ditemukan siswa yang belum hadir sesuai jadwal. “Kami memastikan ada kolaborasi yang kuat. Disiplin siswa tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan orang tua,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, adapun materi yang diujikan difokuskan pada dua kompetensi utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika dua pilar penting dalam mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Untuk memperkuat kesiapan, sekolah juga mengintensifkan program tambahan berupa les, pembahasan soal, hingga simulasi ujian yang dirancang menyerupai kondisi sebenarnya.

 

Dengan strategi yang terstruktur, pengawasan yang disiplin, serta sinergi antara sekolah dan orang tua, SMP Negeri 50 Palembang menegaskan satu hal kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, melainkan oleh komitmen, kepemimpinan, dan manajemen yang kuat dalam menjawab setiap tantangan,” tutupnya.