Laporan: Uci
OGAN ILIR, BS – Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.
Setelah dilakukan pemadaman intensif, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, kebakaran terjadi di lahan masyarakat seluas sekitar 15 hektare. Saat tim tiba di lokasi, api masih aktif membakar sekitar 4 hektare lahan dan berhasil dipadamkan seluruhnya.
“Personel langsung melakukan pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan agar tidak ada bara api yang tersisa dan memicu kebakaran kembali,” ujar Ferdian, pada Rabu (15/07/2026).
Operasi pemadaman dimulai Pukul 09.15 WIB dan selesai sekitar Pukul 11.11 WIB. Kegiatan tersebut melibatkan personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin bersama tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur swasta.
Ferdian menjelaskan, lokasi kebakaran berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan karakteristik tanah rawa. Vegetasi yang terbakar didominasi semak belukar, purun, gelam, serta tanaman kelapa sawit.
“Dalam proses pemadaman, tim mengerahkan satu unit kendaraan angkut personel, dua unit pompa jinjing, dan sejumlah peralatan pemadam manual untuk menjinakkan api,” jelas Ferdian.
Kebakaran tersebut dikategorikan sebagai kebakaran permukaan. Saat kejadian, cuaca terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 8 kilometer per jam, sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api.
Meski api telah berhasil dipadamkan, Manggala Agni bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi.
“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama karena kondisi lahan rawa masih berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan,” tutup Ferdian.
