Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Enim Cari Bocah SD Tenggelam

Laporan: Uci

 

MUARA ENIM, BS – Seorang siswa sekolah dasar (SD) bernama Gibran Farelio (12) dilaporkan tenggelam saat mandi bersama dua temannya di Sungai Enim, Dusun Bukit Agung, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Senin (27/07/2026).

 

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar Pukul 14.50 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya mandi dan bermain di sungai yang berada tidak jauh dari rumahnya. Ketiganya sempat terhanyut ke bagian tengah sungai.

 

Diduga kelelahan akibat derasnya arus, Gibran tidak mampu lagi berenang menuju tepian. Kedua temannya berusaha memberikan pertolongan, namun korban lebih dulu tenggelam dan hilang dari permukaan air.

 

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palembang sekitar Pukul 15.55 WIB. Tak lama berselang, tim rescue langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.

 

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi adanya korban tenggelam.

 

“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi. Seluruh potensi SAR gabungan dikerahkan untuk mempercepat pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Kami berharap korban dapat segera ditemukan agar keluarga memperoleh kepastian,” ujar Raymond, pada Selasa (28/07/2026).

 

Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Enim menggunakan perahu karet Basarnas dan perahu milik warga. Area pencarian mencapai sekitar 5 kilometer persegi dengan membagi personel ke dalam dua tim yang menyisir sisi kanan dan kiri sungai.

 

“Apabila kondisi arus dan kedalaman memungkinkan, tim juga akan melakukan penyelaman di sekitar titik korban diduga tenggelam,” ungkap Raymond.

 

Operasi SAR melibatkan Basarnas Palembang bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, PT Bukit Asam (PTBA), PT PAMA, PT SBS, serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian.

 

Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sungai. Warga juga diminta lebih waspada mengingat kondisi arus sungai yang dapat berubah dan membahayakan keselamatan. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus berlangsung.