Buka Lomba Jingle PKK Ke-54, Wali Kota Pagar Alam Tantang Peserta Ciptakan Karya Orisinil Tanpa AI

Laporan : Delta Handoko

 

KOTA PAGAR ALAM, BS — Suasana Gedung Balai Pertemuan Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam mendadak meriah dan penuh warna, pada Rabu (07/10/2026). Dalam rangka memeriahkan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 Tahun 2026, TP-PKK Kota Pagar Alam menggelar Lomba Jingle Galeri Pelangi tingkat Kota Pagar Alam.

 

Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah. Pembukaan ditandai dengan pemotongan tumpeng Punjung Besemah yang sarat makna budaya, bersama Ketua TP-PKK Kota Pagar Alam Hera Parianti Ludi, Wakil Wali Kota Bertha, dan Staf Ahli TP-PKK Kota Pagar Alam Dedy Suryadi Lagoan.

 

Lima kecamatan se-Kota Pagar Alam tampil all-out menunjukkan kekompakan. Yakni TP-PKK Kecamatan Pagar Alam Utara, Pagar Alam Selatan, Dempo Selatan, Dempo Utara, dan Dempo Tengah. Masing-masing menyanyikan Jingle Galeri Pelangi dengan aransemen dan gerakan khas mereka.

 

Ketua TP-PKK Kota Pagar Alam, Hera Parianti Ludi menjelaskan, Jingle Galeri Pelangi bukan sekadar lagu. Di dalamnya terkandung pesan mendalam bahwa keluarga adalah pondasi bangsa, unit terkecil pusat pembangunan generasi masa depan untuk Indonesia yang cerdas dan mandiri.

 

“Di dalam jingle itu ada pesan penguatan ekonomi dan koperasi, UP2K, pemberdayaan koperasi, dan semangat gotong royong. Kalau disampaikan lewat lagu bersama-sama itu perlu latihan dan harus dihayati bersama. Artinya, kita sebagai anggota PKK harus kompak dalam menjalankan tugas, demi bangsa, negara, dan kesejahteraan keluarga,” ujar Hera Ludi.

 

Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah memberikan tantangan menarik kepada para peserta dan juri.

 

Ia berharap lomba ini mampu melahirkan inovasi dan karya orisinil hasil kreativitas warga Pagar Alam sendiri, bukan hasil instan.

 

“Mudah-mudahan kegiatan ini mengeluarkan inovasi. Kalau bisa dari lagu-lagu ini nanti lahir lagu khas daerah Kota Pagar Alam. Jangan hasil AI, kalau bisa hasil karya asli kita sendiri. Maka itu diperlukan juri-juri yang kompeten di bidangnya,” tukasnya.