Banner yu
Banner Wahyu

Centeng galian C di Bangka, Aniaya Wartawan

PANGKALPINANG,BS – Perlakuan kekerasan terhadap Wartawan di Kota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali terjadi.

Kali ini, kekerasan yang dilakukan oleh oknum preman centeng  tambang timah jenis Ti dan tambang galian C berupa pasir dan tanah di kawasan RTH Parit Enam Bangka Belitung ini, menjadi korbannya seorang wartawan, yang tidak terima diberitakan aktifitas galian tersebut.

Preman yang diketahui berinisial CB ini, melakukan kekerasan terhadap Wartawan berinisial RF ini, tidak sendiri,melainkan bersama rekan-rekannya.

Menurut, keteran n  RF (korban)  mengatakan, dirinya dianiaya usai melakukan peliputan pencairan dana BLT di kantor kas Bank Sumsel Babel yang bersebelahan di kantor Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di jalan Pulau Pelepas Air Itam Kota Pangkalpinang.

Sesaat ia dan rekannya  Angga akan menuju  ke mobil, dirinya sempat dipanggil NS oleh salah satu kawanan CB agar menghampiri NS, usai RF berbincang dengan NS  terkait pemberitaan aktifitas tambang dikawasan RTH Parit Enam, terjadi pemukulan terhadap dirinya dibagian wajah.

“CB langsung memukul wajah dan kepala dan tak lama kemudian kawanan teman CB yang satunya juga ikut turut memukul, untunglah saat itu Angga dan anggota Satpol PP Provinsi  yang melerai,” katanya,Jumat (15/1/2021).

Terkait insiden itu, RF didampingi sejumlah wartawan dan pengurus organisasi pers (PWRI, HPI dan FPII) di Bangka Belitung melaporkan perbuatan tindak pidana penganiayaan dan intimidasi kekerasan terhadap profesi jurnalistik ke Mapolres Kota Pangkalpinang, dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor : STTLP/LP B-8/I/2021/SPKT RES PKP tertanggal 14 Januari 2021, Kamis (14/01/2021).

Ketua Jaringan Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) , Romi Marantika menjelaskan, tindakan yang dilakukan oleh oknum CB dan kawan-kawannya merupakan suatu tindakan Murni Pidana.

” Jelas tindakan tersebut sudah melanggar KUHP Pasal 351 ayat 1 & 2, Junto Pasal 170 ayat 3 serta UU Pers Pasal 18 ayat,” tegas Romi.

Hal senada, juga sama disampaikan oleh Sekretaris HPI Babel Abdul Hamid SH,  ,kekerasan terhadap profesi seorang jurnalis sudah terjadi dikarenakan pelaku dan kawan-kawannya sudah berulang-ulang kali mendatangkan rumah korban (RF) setelah berita terkait aktifitas tambang ilegal yang diback up pelaku dinaikkan seorang wartawan dan ini salah satu bentuk dari  menghalang-halangi dan menghambat tugas jurnalis dalam melaksanakan tugasnya.

” Saya yakin dan percaya pihak Polresta Pangkalpinang segera menangkap pelaku penganiayaan rekan kami, ” Pungkas Amek panggilan Sekretaris HPI Babel. (Red).