Berawal dari Gertakan, Pria di Palembang Tembak Paha Warga Pakai Senapan Angin

Laporan: Kiki

 

KOTA PALEMBANG, BS — Ancaman yang semula hanya dianggap sebagai gertakan berubah menjadi mimpi buruk bagi M Padli (34), warga Jalan Veteran Lorong Setia Kawan Kecamatan Ilir Timur III, Palembang.

 

Pria ini malah harus menahan rasa sakit setelah paha kaki kanannya ditembus peluru senapan angin yang diduga ditembakkan oleh seorang pria berinisial B (pelaku -red).

 

Tak terima sudah menjadi korban penembakan, Padli akhirnya mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, pada Jumat (10/07/2026), untuk membuat laporan polisi dan meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

Kepada petugas didampingi keluarga, korban menuturkan bahwa peristiwa mencekam itu terjadi di Jalan Kenari Lorong Kemas, Palembang, pada Kamis (09/07/2026) sekitar Pukul 21.00 WIB.

 

Korban mengaku, sebelum penembakan terjadi dirinya sempat bertemu dengan terlapor. Pertemuan tersebut kemudian berubah menjadi ketegangan hingga pelaku diduga mengeluarkan senapan angin dan mengarahkannya ke tubuh korban.

 

“Dia langsung mengarahkan senapan ke arah saya sambil berkata, ‘Berani tidak aku tembak kau?’. Saat itu saya benar-benar takut,” ungkap Padli kepada petugas.

 

Merasa situasi semakin berbahaya, korban memilih untuk tidak meladeni pelaku. Ia berusaha meredam emosi dengan meninggalkan lokasi. “Saya bilang baik-baik, ‘Sabar dulu, aku mau beli kuota pulsa,’ karena saya tidak ingin ribut,” katanya.

 

Namun, niat korban menghindari pertikaian tidak membuahkan hasil. Saat berjalan menjauh, pelaku diduga tetap mengejar dari belakang sambil membawa senapan angin.

 

Belum sempat menyelamatkan diri, terdengar suara letusan. Seketika korban merasakan sakit luar biasa setelah peluru mengenai paha kaki kanannya.

 

“Saya kaget sekali. Tiba-tiba paha saya terasa sangat sakit. Waktu saya lihat, ternyata sudah kena tembak. Saya benar-benar tidak menyangka dia nekat menembak,” katanya.

 

Ironisnya, meski korban sudah tersungkur akibat luka tembak, pelaku diduga masih melontarkan ancaman. “Dia bilang lagi, ‘Pergilah, nanti kutembak lagi kepala kau.’ Setelah itu dia langsung pergi meninggalkan lokasi,” tutur korban.

 

Dalam kondisi terluka, Padli berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga sebelum akhirnya menjalani perawatan medis di rumah sakit.

 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak di bagian paha kaki kanan dan masih merasakan nyeri akibat proyektil yang mengenainya.

 

“Saya berharap pelaku segera ditangkap. Saya hanya ingin mendapatkan keadilan dan pelaku mempertanggungjawabkan apa yang sudah diperbuat kepada saya,” harap Padli sambil mengatakan karena tidak ada biaya peluru senapan itu pun belum dikeluarkan.

 

Laporan korban kini telah diterima oleh SPKT Polrestabes Palembang dan akan ditindaklanjuti oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang.

 

Sementara, Pamapta SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Tamia Ramadhany, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut.

 

“Benar, laporan korban sudah kami terima. Selanjutnya laporan tersebut akan kami limpahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Tamia.