Laporan: TIA
OGAN KOMERING ILIR, BS – Provinsi Sumatera Selatan menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 5 juta ton pada tahun 2026, seiring dengan perluasan lahan pertanian melalui program cetak sawah baru seluas 38 ribu hektare.
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru mengatakan dengan penambahan tersebut, total luas lahan sawah di provinsi ini akan mencapai 560 ribu hektare.
“Penambahan lahan ini mendorong target produksi GKG Sumsel menjadi lima juta ton pada 2026. Ini langkah strategis menjadikan Sumsel sebagai penopang ketahanan pangan nasional,” ujar Deru saat meninjau lokasi cetak sawah di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir, pada Kamis (02/10/2025).
Ia menyebut, hingga September 2025 produksi gabah kering giling di Sumsel telah mencapai 3,5 juta ton, meningkat sekitar 600 ribu ton dibanding capaian sepanjang tahun lalu yang berada di angka 2,9 juta ton.
“Dengan angka 3,5 juta ton dan rendemen 65 persen, kita sudah surplus beras lebih dari satu juta ton. Ini menjadi capaian historis dalam peningkatan produksi gabah di Sumsel,” imbuhnya.
Ia menegaskan pentingnya percepatan tanam di lahan yang telah selesai dicetak tanpa menunggu seluruh kawasan rampung.
Selain itu, pihaknya juga telah meminta tim di lapangan segera memulai penanaman di lahan yang sudah siap.
“Kalau sudah selesai 100 hektare, langsung tanam. Tidak perlu menunggu semua selesai. Ini strategi kita percepat produksi,” tegasnya.
Diketahui, program yang merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan Sumsel sebagai lumbung pangan nasional.
Ia mengungkapkan bahwa Sumsel menargetkan untuk masuk tiga besar provinsi penghasil pangan nasional.
Untuk itu, intensitas tanam (IP) yang saat ini masih di angka IP100 diharapkan dapat ditingkatkan menjadi IP200 atau dua kali panen dalam setahun.
“Kita ingin mengubah pola pikir dari hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan menjadi ke arah industrialisasi pertanian. Ini membutuhkan dukungan infrastruktur seperti rehabilitasi irigasi dan percepatan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji,” ungkapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Suwandi menyampaikan bahwa Sumsel mencatatkan kenaikan produksi gabah tertinggi di antara lima besar provinsi penghasil pangan di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2025.
“Survei investigasi dan desain (SID) untuk program cetak sawah sudah selesai 100 persen. Dari 38 ribu hektare, 29.884 hektare telah dalam tahap kontrak. Sisanya dalam waktu dekat segera menyusul,” jelas Suwandi.
Ia mengatakan jika wilayah seperti Banyuasin dan Ogan Ilir juga tengah mempersiapkan kontrak cetak sawah, mengingat musim hujan segera tiba pada Oktober.
“Kami optimis Sumsel bisa menjadi contoh terbaik program cetak sawah di tingkat nasional,” kata dia.
