Muba baru
Palembang Emas

Bangkitkan perhotelan, 10.450 kamar hotel dijual murah

PALEMBANG,BS – Dalam rangka menggeliatkan kembali industri pariwisata di Kota Palembang khususnya dunia perhotelan, Pemkot Palembang menggelar Flash Sale 2020 dengan menjual 10.450 kamar hotel mulai dari bintang 2 hingga bintang 5 dengan harga yang sangat murah.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Palembang Sodikin mengatakan, harga telah ditetapkan untuk hotel bintang 5 mulai Rp450 ribu, bintang 4 Rp350 ribu dan bintang 3 Rp300 ribu dan bintang 2 Rp260 ribu. Kamar dijual dalam bentuk voucher dan dapat digunakan mulai 1 September hingga 20 Desember.

“Potensi income dari program ini Rp5 miliar dari 19 hotel yang ikut program ini,” katanya, Jumat (28/8/2020).

Pelaksanaan Flash Sale akan dimulai tanggal 30 Agustus pukul 15.00 – 20.00 di Palembang Icon. Tanggal 5 -6 September pukul 12.00 – 20.00 di Palembang Square. Flash Sale terakhir tanggal 3-4 Oktober pukul 12.00 – 20.00 di Palembang Indah Mall.

“Harga berlaku pada saat tanggal penjualan dan jam Flash Sale saja. Di luar itu akan kembali ke harga normal,” katanya.

Sementara itu 19 hotel tersebut diantaranya Hotel Excelton, Arista, The ALTS, Aryaduta, Harper, Beston, Aston, The Zuri, The 101, Grand Inna Daira, Fave, Emilia, Swarna Dwipa, Amaris, Cordela Inn, Red Planet, Duta, Wisata dan Hotel Azza. Setiap hotel minimal menyiapkan 5 kamar perhari.

“Ini sebagai bukti perhotelan di Palembang sudah siap menerima tamu dari luar Kota Palembang,” katanya.

Target jumlah wisatawan pada event ini jika diukur dari yang ikut dalam program ini bisa diukur, tapi jika dari luar itu sulit. Pihaknya memastikan jika Program Staycation Palembang Bae ini tidak menggunakan anggaran daerah sedikit pun.

“Peran pemerintah memberikan / meminjamkan 10 titik reklame untuk media promosi,” katanya.

Program Staycation Palembang Bae ini untuk menepis stigma masyarakat bahwa menginap di hotel itu tidak aman Covid-19. Pemerintah juga berniat membantu industri perhotelan dapat survive dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

General Manager Hotel Aryaduta Rendy mengatakan, menginap di hotel ini dengan protokol kesehatan. Harga yang telah ditentukan dimulai dari kamar paling standar di hotelnya itu. Promo itu hanya room saja. Tidak termasuk sarapan dan lainnya.

“Kita sediakan protokol kesehatan untuk setiap tamu, dan di kamar disediakan handsanitizer dan lainnya,” katanya.

Okupansi hotel di Palembang saat ini 50-60 persen, ini sudah bagus dari kota lain. Jika dibandingkan 2019 okupansi mencapai 80-90 persen. “Kita sekarang tidak menargetkan okupansi, tapi untuk meramaikan hotel saja,” katanya.(za)