Kolaborasi Strategis Kementan, BPDP, dan IPB Training Lahirkan Pekebun Sawit Profesional di Sumsel
Laporan: Yuyun
KOTA PALEMBANG, BS – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat terus diperkuat melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Sebanyak 85 pekebun asal Kabupaten Empat Lawang mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang digelar pada 29 Juni–4 Juli 2026 di Hotel Ayola Sentosa, Palembang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 Angkatan VII, VIII, dan IX di Sumatera Selatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training.
Selama enam hari, peserta mendapatkan pembelajaran yang menggabungkan teori, diskusi interaktif, praktikum, serta kunjungan lapangan. Metode ini dirancang agar pekebun tidak hanya memahami konsep budidaya yang baik, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung di kebun masing-masing.
Beragam materi disampaikan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan benih unggul bersertifikat, teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), pemupukan berimbang, pengendalian gulma, hama dan penyakit, hingga teknik panen sesuai standar budidaya yang baik.
Perwakilan narasumber dari IPB Training, Hariyadi,menegaskan bahwa produktivitas perkebunan sawit tidak ditentukan oleh satu faktor semata, melainkan oleh konsistensi dalam menerapkan praktik budidaya yang benar di setiap tahapan.
“Produktivitas yang tinggi lahir dari proses budidaya yang dilakukan secara tepat sejak pemilihan bibit hingga masa panen. Karena itu, peningkatan kompetensi pekebun merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan perkebunan rakyat,” jelasnya.
Selain mengikuti pembelajaran di kelas, para peserta juga terlibat dalam berbagai sesi praktik lapangan. Mereka mempelajari cara mengukur tingkat keasaman tanah, melakukan pengairan, mengoperasikan alat semprot secara tepat, mengenali jenis pupuk, hingga melakukan kalibrasi dosis aplikasi agar penggunaan pupuk lebih efektif dan efisien.
Suasana pelatihan berlangsung aktif. Berbagai tantangan yang dihadapi pekebun di lapangan menjadi bahan diskusi bersama narasumber, mulai dari penggunaan bibit tidak bersertifikat, pelaksanaan replanting, pemeliharaan tanaman muda, hingga strategi pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke PT Duta Reka Mandiri. Di lokasi tersebut mereka melihat secara langsung penerapan standar budidaya kelapa sawit, mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen yang diterapkan perusahaan.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, berharap seluruh peserta mampu menjadi motor penggerak perubahan di daerah masing-masing. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan perlu diterapkan sekaligus dibagikan kepada pekebun lain melalui kelompok tani maupun kegiatan penyuluhan.
“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari bertambahnya pengetahuan peserta, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut mampu diterapkan dan disebarluaskan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas perkebunan rakyat,” ujarnya.
Melalui sinergi antara BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, IPB Training, Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, dan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit diharapkan mampu melahirkan pekebun yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada praktik budidaya yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan kompetensi yang terus meningkat, pekebun diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, memperkuat daya saing perkebunan rakyat, sekaligus mendukung pembangunan sektor perkebunan nasional yang semakin maju dan berkelanjutan.
