Terkait Warga Pasang Portal di Jalan, Camat Sukarame Turun Tangan
PALEMBANG, BS – Camat Sukarami G.A Putra Jaya, Selasa (17/7/2018) langsung turun tangan menindak lanjuti video singkat yang menghebohkan dunia maya, lantaran murid TK/ Paud Liko dalam wilayah Komplek di kawasan jalan Letkol Ardian Kelurahan Sukaya Kecamatan Sukarami di portal oknum RT setempat.
“Sudah kita clear kan dengan yang punya tanah sama warga setempat. Sementara kita minta ini dibuka,” ungkapnya.
Meski sudah meminta portal di buka, pihaknya akan menelusuri asal muasal jalan dan pemilik tanah itu, dan mencari empuhnya yang menghibahkan tanah tersebut untuk akses jalan.
“Kita cek dulu surat hibahnya, apalagi warga yang menghibahkan tanah tidak masuk komplek,” tuturnya.
Sementara itu, Walikota Palembang melalui Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Sulaiman Amin meminta pihak Kecamatan Sukarami dan Dinas Perhubunhan membuka portal yang menutupi akses jalan yang menjadi persoalan di kawasan Komplek Polantas Sukabangun 2 tersebut.
Karena, jalan yang yang ditutup merupakan akses fasilitas umum milik pemerintah yang boleh dipergunakan seluruh masyarakat.
“Jalan yang dibangun oleh Pemerintah artinya jalan tersebut sudah diserahkan ke Pemerintah. Penutupan jalan harus mendapat izin dari Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, karena jalan menjadi tangung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang,” terangnya.
Pemerintah tidak melarang penutupan akses jalan pemukiman termasuk komplek dengan alasan keamanan.
Hanya saja itu harus mendapat persetujuan dari Pemerintah dan masyarakat yang menggunakan.
Karena, sejak diserahkan ke Pemerintah dan menjadi aset Pemerintah, kondisi jalan menjadi tanggung jawab Pemerintah.
“Jika rusak, kami yang akan memperbaikinya. Jika memang mau ditutup karena alasan keamanan, sebaiknya dibicarakan dulu, jangan sampai mengganggu orang lain,” imbuhnya.
Sebelumnya, sejumlah siswa-siswi yang berasal dari beberapa perumahan disekitar sekolah harus berjalan merangkak dibawah portal penutup jalan, bahkan ada yang harus memutar jauh karena portal ditutup.
Meski sempat beberapa warga sempat membuka portal untuk dibuka karena alasan kepentingan pendidikan warga sekitar. Portal kembali ditutup oleh salah satu oknum Ketua RT dengan alasan permintaan warga diwilayahnya. (za)
