Anniversary ke-33 Gong Sriwijaya Sukses Meriahkan Car Free Night Palembang
PALEMBANG, BS – Panggung Car Free Night (CFN) Palembang, Sabtu (6/6/2026) malam, berubah menjadi lautan musik dan nostalgia saat komunitas musik rock Gong Sriwijaya merayakan hari jadinya yang ke-33. Penampilan puluhan musisi lintas generasi dan lintas genre sukses menyedot perhatian pengunjung yang memadati kawasan CFN hingga larut malam.
Event mingguan yang digelar Pemerintah Kota Palembang itu terasa berbeda dari biasanya. Anniversary ke-33 Gong Sriwijaya menghadirkan pertunjukan spesial dari para musisi Palembang yang tergabung dalam berbagai komunitas musik, menjadikan panggung CFN semakin semarak.
Diiringi para personel band senior Palembang, sejumlah komunitas dan musisi turut ambil bagian, di antaranya Yayasan Kawan Lamo, Musi Lady Rock (MLR), Jamers, Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) Palembang, Slankers, Skanax Band, Kopral Jono dan lainnya. Beragam genre musik mulai dari pop, rock, ska hingga alternatif menghibur para pengunjung.
Antusiasme penonton terlihat sepanjang acara. Banyak yang ikut bernyanyi bersama sambil mengabadikan penampilan para musisi melalui telepon genggam mereka. Bahkan, beberapa penampil mendapat permintaan encore karena berhasil membangkitkan suasana dan emosi penonton.
Ketua Gong Sriwijaya Muhammad Fajri mengatakan, perayaan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap almarhum Hermansyah atau Kak Cece, Ketua Gong Sriwijaya sebelumnya yang meninggal dunia beberapa bulan lalu.
“Sebenarnya ini memenuhi hajat almarhum Ketua Gong Sriwijaya, Kak Cece yang beberapa bulan lalu berpulang ke Rahmatullah. Mimpi almarhum mengadakan acara terbuka di tengah masyarakat. Biasanya kami hanya mengundang komunitas teman-teman saja, tapi sekarang mengundang seluruh komunitas dan bertepatan dengan CFN Palembang,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Fajri, konsep perayaan tahun ini sengaja dibuat lebih terbuka dengan menghadirkan panggung bagi “Gong All Star” serta berbagai komunitas musik di Palembang. Sebanyak 12 band dari berbagai komunitas tampil bergantian memeriahkan acara.
Ia menjelaskan, meski hari jadi Gong Sriwijaya sebenarnya jatuh pada bulan Mei, perayaan dipilih bertepatan dengan CFN Palembang sebagai bagian dari dukungan terhadap rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang akan diperingati pada 17 Juni 2026.
“Sesuai yang diprediksi, semuanya menikmati, senang dan nyaman. Harapannya, teman-teman di Palembang yang selama ini kurang memiliki wadah bermusik bisa mendapatkan ruang berekspresi. Kami berharap ke depan bisa menginisiasi panggung besar yang rutin digelar, bukan hanya saat anniversary,” katanya.
Gong Sriwijaya sendiri merupakan komunitas musik yang telah berdiri sejak 1993 dan terus melakukan regenerasi. Saat ini komunitas tersebut memiliki sekitar 570 anggota yang tergabung dalam grup WhatsApp dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Menariknya, tidak hanya musisi senior yang tampil dalam perayaan tersebut. Anak-anak para anggota Gong Sriwijaya juga diberi kesempatan menunjukkan bakat mereka di atas panggung, memperlihatkan estafet regenerasi yang terus berjalan.
Fajri menegaskan bahwa Gong Sriwijaya tidak membatasi diri hanya pada genre rock. Komunitas ini terbuka bagi seluruh musisi Sumatera Selatan dari berbagai genre dan generasi.
“Gong Sriwijaya adalah rumah nyaman untuk musisi. Rock jalan, progresif oke, apa saja melebur menjadi satu. Kita bermusik untuk negeri,” pungkasnya.
