“Saat ini kami sedang dalam proses revisi anggaran di pusat,” katanya, Rabu (6/9/2023).
PALEMBANG,BS – Operasional koridor layanan angkutan umum Feeder Musi Emas yang terhenti operasional di lima koridor rute akan masih berlangsung lama, pasalnya kepastian masih menunggu jawaban revisi anggaran pusat.
Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan Rode Paulus mengakui, lima Koridor layanan angkutan umum Feeder Musi Emas stop beroperasi dikarenakan belum menerima pembayaran dari pihak Balai Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BKARSS) Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
“Saat ini kami sedang dalam proses revisi anggaran di pusat,” katanya, Rabu (6/9/2023).
Dikatakannya, terkait belum ada pembayaran itu, pihaknya masih terus mengkomunikasikan dengan pihak PT TGM (Transportasi Global Mandiri) selaku Operator Feeder.
“Di waktu yang sama kami juga terus mengerjakan proses revisi anggaran dan kami berharap revisi tersebut dapat selesai sesegera mungkin, kata Rode.
Rode menjelaskan, Desember 2022, Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan melaksanakan Penugasan Layanan Feeder LRT Sumsel yang terdiri dari Lima (5) Yaitu Koridor (Stasiun LRT Polresta Palembang-Kompleks OPI, Stasiun LRT RSUD-Sukawinatan, Stasiun LRT Asrama Haji-Talang Betutu, Stasiun LRT DJKA-Terminal Pasar Plaju, serta Kamboja-Bukit Siguntang via Stasiun Demang) Kelima rute tersebut melengkapi dua koridor yang sudah ada sebelumnya, yaitu Talang Kelapa-Talang Buruk via Stasiun Asrama Haji dan Stasiun Asrama Hap-Sematang Borang via Jalan Noerdin Pandji.
“Hingga saat ini, jumlah angkot feeder LRT yang melayani berjumlah 58 unit,” jelasnya.
Dia menjanjikan Feeder akan kembali beroperasional dalam waktu dekat setelah mengentaskan perjanjian baru dengan pihak TGM.
“Kami berjanji bahwa secepatnya proses review kami selesaikan dan kami akan memberikan kepastian terhadap kewajiban bayar kepada pihak TGM. Kedepan pihak TGM sendiri dapat kembali memberikan layanan Feeder LRT seperti sebelumnya agar masyarakat Sumsel dapat merasakan manfaatnya, sekali lagi kami sampaikan permohonan maat” ucap Rode.
Sementara itu Direktur Utama PT Transportasi Global Mandiri (TGM) Suhanto meminta maaf atas ketidaknyaman layanan tersebut.
“Hal tersebut di karena kan kontrak perjanjian kerjasama untuk selanjutnya belum di perpanjang,” jelasnya.
Diketahui MoU antara TGM dengan BKARSS berakhir sampai dengan 31 Agustus. selaku operator tidak mungkin menjalankan tugas tanpa kontrak.
“Kami sdh menjalankan pekerjaan selama 3 bulan belum di bayar. Sedangkan kami sudah berikan gaji kepada pramudi dan pegawai setiap bulan.BBM harus di beli setiap hari, perawatan kendaraan, Spare part dan keperluan lainnya. Kami tidak bisa menunda dikarenakan mobil feeder ini bener-benar harus ready dan tidak boleh ada kurang satu unit pun, setiap hari yanh beroperasi wajib sesuai jumlah di masing-masing koridor karena feeder ini termonitor juga dari command center dari TGM balai LRT Dishub kota Palembang semuanya terpantau,” terangnya.(win)
