Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Pemberdayaan Perempuan Lewat Matahari Handycraft

Laporan: Eja

 

BENGKULU, BS — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal melalui program pembinaan berkelanjutan. Salah satu UMKM binaan yang merasakan dampak besar adalah Matahari Handycraft, usaha kerajinan kawat dan batu alam asal Bengkulu yang kini bertumbuh dengan identitas barunya, Besolek.

 

Matahari Handycraft didirikan Lidya pada 2015, berawal dari kecintaan merangkai batu alam dan kawat menjadi aksesori handmade. Apa yang dimulai sebagai hobi kini menjadi sumber penghidupan bagi banyak perempuan di lingkungan sekitar.

 

“Saya ingin kerajinan ini tidak hanya indah, tetapi membawa manfaat bagi orang lain. Berkat dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kami berani bertransformasi dan terus meningkatkan kualitas,” ujar Lidya.

 

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendampingi usaha ini melalui pelatihan manajemen, peningkatan mutu produk, pendampingan perizinan, hingga akses pasar. Dukungan tersebut mendorong lahirnya Besolek, brand baru yang lebih modern dan kompetitif, sekaligus memperkuat inovasi _zero waste crafting_ yang memanfaatkan limbah produksi menjadi barang bernilai.

 

Setiap tahun, usaha ini mengolah sekitar 20 kilogram sisa potongan batu alam serta sekitar 5 kilogram sisa kawat tembaga dan rosegold yang sebelumnya tidak terpakai. Semua material ini disulap menjadi gantungan kunci, aksesori kecil, dan produk baru yang tetap bernilai estetis.

 

Pemberdayaan menjadi inti gerak Matahari Handycraft. Workshop rumahan di Jalan Pancurmas kini menjadi ruang penghidupan bagi tujuh pengrajin tetap dan 10 pengrajin musiman, dengan mayoritas ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan.

 

“Dulu saya hanya mengurus rumah. Setelah ikut merangkai kawat, saya bisa bantu biaya sekolah anak dan punya pendapatan sendiri,” kata Dewi, salah satu pengrajin.

 

Pendapatan para pekerja meningkat dari Rp500 ribu menjadi Rp1,2 juta hingga Rp2 juta per bulan. Seiring meningkatnya kualitas dan kepercayaan pasar, omzet usaha kini mencapai rata-rata Rp65 juta per bulan.

 

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa pemberdayaan adalah fokus utama program pembinaan UMKM.

 

“Kami ingin UMKM binaan tidak hanya tumbuh, tetapi menjadi sumber manfaat bagi lingkungannya. Matahari Handycraft menunjukkan bagaimana pendampingan yang tepat dapat membuka peluang ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Rusminto.

 

Besolek kini aktif mengikuti berbagai program pengembangan seperti SMEXPO, UMK Academy, hingga masuk 30 besar Pertapreneur Aggregator. Perkembangan ini menjadi bukti bahwa kreativitas lokal dapat tumbuh besar ketika pelaku usaha mendapatkan ruang, pembinaan, dan dukungan yang konsisten.

 

Melalui pendampingan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung _Sustainable Development Goals_ (SDGs) Tujuan 8 tentang pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak serta Tujuan 12 mengenai konsumsi dan produksi berkelanjutan. Matahari Handycraft menjadi contoh bahwa kerajinan tangan Indonesia dapat terus hidup, memberi manfaat sosial, dan menghadirkan peluang baru bagi perempuan ketika diberi kesempatan untuk berkembang.