Laporan: Hasan Basri
KOTA PALEMBANG, BS — Gelombang kepedulian mengalir dari Kota Palembang menyusul duka mendalam yang tengah dirasakan warga Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara setelah bencana melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Seruan solidaritas itu muncul setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang mengeluarkan edaran resmi kepada seluruh jajaran sekolah untuk ikut serta dalam gerakan penggalangan donasi bagi para korban.
Edaran tersebut mengajak seluruh murid, orang tua, guru, staf, hingga pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan yang sepenuhnya bersifat sukarela.
Kepala Disdik Kota Palembang, M Affan Prapanca menegaskan, bahwa tidak ada nominal khusus dalam penggalangan donasi ini. Bantuan dapat berupa uang maupun kebutuhan pokok. Seluruh donasi akan dikumpulkan melalui Disdik Kota Palembang sebelum disalurkan ke Dinas Sosial untuk kemudian disampaikan kepada para korban melalui lembaga resmi.
“Ini bentuk kepedulian kita sebagai sesama saudara sebangsa. Semua bantuan diberikan berdasarkan keikhlasan. Sekecil apa pun, harapan kami dapat meringankan beban warga Aceh, Sumbar, dan Sumut yang sedang diuji oleh musibah,” ujar Affan.
Affan menekankan, bahwa gerakan sosial seperti ini memiliki nilai penting dalam pendidikan karakter. Ia menyebut bahwa kepedulian sosial tidak cukup hanya disampaikan lewat teori, tetapi harus hadir melalui pengalaman langsung.
“Salah satu tujuan pendidikan adalah menumbuhkan empati. Ketika anak-anak melihat dan ikut ambil bagian dalam aksi solidaritas, mereka belajar bahwa membantu sesama adalah tanggung jawab moral,” kata Affan.
Ia memastikan bahwa proses penyaluran bantuan akan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Menurutnya, gerakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bencana yang menimpa satu daerah turut menjadi panggilan solidaritas bagi daerah lainnya. “Kepedulian tidak mengenal batas wilayah. Semoga kehadiran kita di Palembang dapat menjadi kekuatan yang membantu saudara-saudara kita bangkit kembali,” ujarnya.
Gerakan penggalangan donasi juga mendapat respons positif dari sejumlah satuan pendidikan. Salah satunya dari SD Negeri 81 Palembang, yang melibatkan sekitar 1.240 siswa, mulai dari kelas I hingga VI, beserta para guru dan orang tua murid.
Wali Kelas III D SDN 81 Palembang, Maya Novitasari menilai kegiatan ini bukan sekadar aksi berbagi, tetapi juga bagian penting dari proses membangun karakter siswa sejak dini.
“Anak-anak perlu belajar bahwa empati bukan hanya diajarkan, tetapi dipraktikkan. Ketika mereka ikut menyisihkan sedikit rezeki atau menuliskan doa bagi korban, itu adalah pelajaran sosial yang jauh lebih berharga daripada yang mereka dapat di ruang kelas,” ujarnya.
Maya menyebut, keterlibatan siswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk manusia yang peka terhadap lingkungan sosialnya.
Gerakan donasi lintas sekolah di Palembang ini menjadi wujud nyata solidaritas di tengah duka yang melanda sebagian saudara di Sumatera. Bagi banyak pihak,kontribusi tersebut mungkin terlihat sederhana,namun bagi para korban bencana, bantuan itu berarti kepedulian nyata yang dapat menjadi penyemangat saudara – saudara kita disana yang tertimpa bencana.
Dengan bergeraknya seluruh lapisan dunia pendidikan, Palembang menunjukkan bahwa solidaritas tetap menjadi nilai penting yang dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” pungkasnya.
