MDP Student Expo 2026 Pamerkan Puluhan Karya Kerja Praktek Mahasiswa
Laporan: Hasan Basri
KOTA PALEMBANG, BS — Universitas Multi Data Palembang (MDP) menegaskan perannya sebagai ruang lahirnya inovasi mahasiswa lewat MDP Student Expo 2026. Pameran yang digelar di lantai satu Kampus MDP ini menampilkan puluhan karya mahasiswa hasil kerja praktik di berbagai perusahaan dan industri, sekaligus memperlihatkan bagaimana dunia akademik mulai berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat dan pasar kerja.
Sebanyak 28 karya dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Rekayasa dipamerkan dalam ajang tersebut. Karya-karya itu lahir dari program kerja praktik yang menggabungkan proyek pengembangan aplikasi dan pengalaman magang langsung di dunia industri. Mulai dari sistem informasi, aplikasi digital, hingga karya desain dan teknologi elektro, seluruhnya dirancang untuk menjawab persoalan riil.
Nikolas, salah satu pengembang aplikasi mengatakan salah satu karya yang menarik perhatian adalah aplikasi SAPHIRA, sebuah platform marketplace digital yang dikembangkan khusus bagi sivitas akademika Universitas MDP. Aplikasi ini dirancang sebagai sistem jual-beli terpadu yang sederhana, terstruktur, dan mudah diakses.
“Aplikasi ini diperuntukkan bagi seluruh warga MDP. Pengguna bisa menjual dan membeli produk dalam satu platform, memantau performa produk secara real time, serta mendapatkan bantuan langsung melalui email dan WhatsApp.
Selain itu, SAPHIRA memungkinkan pengguna menambah, mengedit, dan menghapus produk dengan cepat. Aplikasi ini juga memuat informasi institusional Universitas MDP yang berfokus pada pengembangan pendidikan teknologi dan bisnis,”ujarnya.
Sementara itu,Rektor Universitas MDP, Yulistia, mengatakan Student Expo menjadi etalase capaian kerja praktik mahasiswa dari seluruh program studi di fakultas tersebut, mulai dari Sistem Informasi, Informatika, Desain Komunikasi Visual, hingga Teknik Elektro.
“Kerja praktik di MDP tidak hanya berupa magang, tetapi juga proyek pengembangan perangkat lunak. Melalui expo ini, mahasiswa tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga dari sisi keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa dan dunia industri. Dengan menampilkan 28 karya inovatif, MDP berharap industri dapat melihat langsung potensi dan kompetensi mahasiswa, sekaligus membuka peluang kolaborasi ke depan.
Lebih jauh, Student Expo 2026 juga dirancang untuk memperkuat soft skills mahasiswa, seperti kemampuan presentasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Seluruh karya yang dipamerkan menjadi bagian dari penilaian kerja praktik yang memiliki bobot empat satuan kredit semester (SKS).
“Mahasiswa tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses, presentasi, dan solusi yang ditawarkan,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan program Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui inovasi mahasiswa, perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
“Inovasi ini adalah bukti konkret bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga motor penggerak perubahan di masyarakat,” ujarnya.
Ketua Tim Kerja Belmawa LLDIKTI Wilayah II, Marce Lay, menilai MDP Student Expo 2026 mencerminkan ekosistem akademik yang sehat dan dinamis. Menurut dia, pameran tersebut bukan sekadar ajang seremonial atau pajangan karya.
“Hasil karya mahasiswa ini menunjukkan implementasi kurikulum yang berjalan baik dan capaian pembelajaran lulusan yang terukur. Dari sini terlihat kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja.
Ia menambahkan, LLDIKTI Wilayah II siap mendorong mahasiswa Universitas MDP untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
