Lewat Yasinan Rutin, SDN 186 Palembang Perkuat Pendidikan Karakter

Laporan: Hasan Basri

 

KOTA PALEMBANG, BSSetiap Jumat pagi selama bulan suci Ramadan, suasana religius terasa kental di SD Negeri 186 Palembang. Jika pada hari-hari biasa lantunan Surah Yasin dan ayat-ayat pendek menggema dari lapangan sekolah, kini bacaan suci itu terdengar khusyuk dari teras-teras kelas. Perubahan ini bukan tanpa alasan sekolah menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan kondisi siswa yang sedang berpuasa, demi menjaga kenyamanan sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan tertib dan kondusif.

 

Meski tidak lagi terpusat di lapangan, semangat religius para siswa justru terasa semakin khusyuk dan intim.

 

Sejak pagi, siswa duduk rapi di depan kelas masing-masing. Dengan dipandu guru, mereka membaca Surah Yasin dan ayat-ayat pendek secara bersama-sama. Suasana hening menyelimuti lingkungan sekolah, hanya terdengar lantunan bacaan yang mengalun serempak, menciptakan nuansa spiritual yang kuat.

 

Kepala SD Negeri 186 Palembang, Zahara,S.Pd,Sd mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah yang tetap dilaksanakan selama Ramadan sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa.

 

“Setiap Jumat kami memang memiliki program pembiasaan membaca Yasin dan ayat-ayat pendek. Saat Ramadan, kami sesuaikan pelaksanaannya agar siswa tetap nyaman menjalankan ibadah puasa. Karena itu, kegiatan dilakukan di teras kelas masing-masing,” ujar Zahara.

 

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai religius sekaligus menanamkan kedisiplinan dan kebersamaan. Ia menilai, pembiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin mampu membentuk karakter siswa yang lebih santun, tenang, dan berakhlak baik.

 

“Ramadan bukan alasan untuk mengurangi aktivitas positif. Justru di bulan inilah pembinaan akhlak harus lebih ditingkatkan. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual,” tegasnya.

 

Ia juga berharap, para guru juga berperan aktif mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Selain memastikan bacaan berjalan tertib, guru turut memberikan pemahaman singkat mengenai makna ayat yang dibaca, sehingga kegiatan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembelajaran nilai.

 

Beberapa siswa mengaku senang dengan pelaksanaan kegiatan di depan kelas. Selain terasa lebih dekat dengan teman-teman sekelas, suasana yang lebih teduh membuat mereka lebih fokus.

 

“Dengan tetap bergulirnya program keagamaan ini, SDN 186 Palembang menunjukkan komitmen menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan pembentukan karakter. Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pembinaan iman dan kebersamaan,” tutupnya.