Cegah Penurunan Kemampuan Mengaji, SMKN 3 Palembang Gelar Khataman Massal

Laporan: Hasan Basri

 

KOTA PALEMBANG, BSDi tengah kekhawatiran menurunnya kemampuan generasi muda dalam membaca Al-Quran dan memahami bacaan salat dengan benar, SMK Negeri 3 Palembang mengambil langkah serius dengan menggelar Pesantren Ramadhan yang dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran.

 

Sekitar 1.000 siswa kelas X dan XI dilibatkan dalam kegiatan selama tiga hari untuk memperkuat literasi Al-Quran sekaligus membangun karakter religius di lingkungan sekolah, kegiatan ini berlangsung di Aula SMKN 3 Palembang, pada Kamis (12/03/2026)

 

Kepala SMK Negeri 3 Palembang, Masni Dewi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa untuk meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadhan.

 

Menurut dia, Ramadhan bukan hanya dimaknai sebagai rutinitas ibadah tahunan, tetapi juga kesempatan bagi para pelajar untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas hidup.

 

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak siswa untuk bersama-sama meningkatkan kualitas diri, memperkuat iman dan takwa, serta memperbanyak amal kebaikan. Ramadhan harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya

 

Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Pembina Rohani Islam (Rohis) sekolah, Ismail Andigo, menjelaskan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan agenda tahunan yang secara konsisten dilaksanakan setiap bulan suci.

Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana evaluasi bagi sekolah terhadap kemampuan keagamaan siswa, khususnya dalam membaca Al-Quran dan memahami bacaan salat dengan benar.

 

Pada hari pertama pelaksanaan, para siswa mengikuti kegiatan khataman Al-Quran yang dibagi ke dalam 30 kelompok atau kelas. Selain itu, panitia juga melakukan pengecekan terhadap bacaan salat para siswa.

 

“Khataman Al-Quran dilaksanakan mulai Pukul 09.30 hingga Pukul 10.30 WIB. Melalui kegiatan ini kami sekaligus melakukan evaluasi terhadap kemampuan membaca Al-Quran serta bacaan salat siswa,” katanya.

 

Berdasarkan pengamatannya selama mengajar, masih terdapat sejumlah siswa yang perlu meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid. Bahkan, masih ada siswa yang belum lancar membaca Al-Quran maupun bacaan salat.

 

Karena itu, kegiatan Pesantren Ramadhan diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi para siswa untuk lebih serius mempelajari Al-Quran serta memperbaiki kualitas ibadah mereka.

 

“Kami berharap kegiatan ini mampu memotivasi siswa agar lebih giat belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar, sekaligus memahami makna bacaan salat yang mereka lakukan setiap hari,” ujarnya.

 

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan Pesantren Ramadhan diisi dengan berbagai agenda pembinaan keagamaan. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada khataman Al-Quran dan pengecekan bacaan salat siswa.

 

Kemudian pada hari kedua, kegiatan kembali dilanjutkan dengan khataman Al-Quran yang dirangkaikan dengan berbagai perlombaan bernuansa religius, seperti lomba dai dan lomba doa setelah salat.

 

Sementara pada hari ketiga, sekolah akan menggelar peringatan Nuzulul Quran dengan menghadirkan penceramah serta menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini.

 

“Harapan kami kegiatan ini mendapat dukungan dari semua pihak dan mampu memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua Rohis SMK Negeri 3 Palembang, Muhammad Wahyu Al Kahfi, menilai kegiatan Pesantren Ramadhan menjadi sarana penting dalam membina karakter siswa agar lebih berpedoman pada nilai-nilai Al-Quran.

 

Menurut dia, berbagai aktivitas yang dilaksanakan selama kegiatan tidak hanya bertujuan meningkatkan keimanan siswa, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang keagamaan.

 

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan iman dan takwa siswa sekaligus menjadi wadah untuk mengasah kemampuan mereka di bidang keagamaan,” katanya.

 

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan antara lain pengajian, hafalan Al-Quran, serta latihan berbicara layaknya seorang dai. Melalui kegiatan tersebut, para siswa dilatih untuk berani tampil, menyampaikan pesan keagamaan, sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap nilai-nilai Islam.

 

“Fokusnya adalah membentuk karakter siswa yang berakhlak baik, memperdalam iman, serta melatih kemampuan berdakwah sejak dini,” ujarnya.

 

Ia juga berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan silaturahmi di antara anggota Rohis dan seluruh siswa di lingkungan sekolah.

 

“Semoga kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman dan takwa siswa, tetapi juga menjaga kebersamaan serta silaturahmi di antara seluruh warga sekolah,” pungkasnya.