Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Buka Akses Pasar UMKM Binaan di BGCC 2026 Palembang

PALEMBANG, BS – Di tengah ramainya Bright Gas Cooking Competition (BGCC) 2026 di Palembang Trade Center (PTC) Mall, 10 UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) turut membuka stan dan menawarkan beragam produk kepada pengunjung. Kehadiran mereka menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan konsumen.

 

Beragam produk kuliner dan minuman ditawarkan, mulai dari pie buah, pastry, pempek, kemplang, olahan madu, dimsum, cake, roti, kopi khas Sumatera, alpukat kocok, teh, hingga olahan bunga telang dari UMKM binaan Pertamina.

 

Selama kegiatan berlangsung, 10 UMKM tersebut mencatatkan total pendapatan sekitar Rp16 juta. Pempek Syamil menjadi UMKM dengan pendapatan tertinggi, mencapai sekitar Rp3,8 juta dari penjualan produk selama kegiatan.

 

Pemilik Pempek Syamil, Kartini Eka Sari, mengatakan keikutsertaan dalam BGCC memberikan kesempatan bagi usahanya untuk menjangkau konsumen secara langsung sekaligus memperkenalkan produk khas Palembang kepada masyarakat yang lebih luas.

 

“Bagi kami, kegiatan seperti ini sangat membantu karena bisa bertemu langsung dengan konsumen dan memperkenalkan produk lebih luas. Kami bersyukur mendapat kesempatan untuk ikut serta dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus membuka peluang bagi UMKM,” ujar Kartini.

 

Kehadiran UMKM dalam BGCC merupakan bagian dari dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui pembinaan, pelatihan, bantuan peralatan, penguatan branding, hingga fasilitasi akses pasar. Kesempatan membuka stan dalam kegiatan publik menjadi salah satu upaya mempertemukan produk UMKM dengan konsumen sekaligus memberikan pengalaman bagi pelaku usaha dalam melihat respons pasar.

 

Selain Pempek Syamil, UMKM binaan yang turut berpartisipasi antara lain Le Panile, Yo Djia, Madu Sriwijaya, Layer Duren, Orcid Bakery, Kopi Benawa, Alpukat Kocok, Teh Solo Kharisma, dan SUTRA. Kehadiran 10 UMKM tersebut membawa beragam produk, mulai dari makanan, minuman, kopi, madu, hingga olahan bunga telang.

 

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pembinaan, tetapi juga perlu diikuti dengan kesempatan untuk memperluas pasar.

 

“UMKM membutuhkan ruang untuk bertumbuh, salah satunya melalui kesempatan memperluas jangkauan ke berbagai potensi konsumen. Karena itu, kami berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga membuka akses pasar dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Rusminto.

 

Keterlibatan UMKM binaan dalam BGCC 2026 sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui dukungan terhadap pengembangan usaha, peningkatan akses pasar, dan penguatan kapasitas pelaku UMKM.