PALEMBANG,BS – Walikota Palembang, Harnojoyo, Kamis (24/1/2019) pagi, meresmikan gedung baru ruang rawat inap kelas 3, Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan paviliun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari.
Dengan adanya fasilitas ini diharapkan dapat mengakomodir masyarakat Kota Palembang yang akan berobat ke rumah sakit.
Walikota Palembang Harnojoyo dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui RSUD Bari berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara optimal.
Seperti menyiapkan ruang rawat inap kelas 3 untuk pasien umum dan pasien BPJS yang representatif.
“Ini komitmen Pemkot Palembang. Kita sangat konsisten dengan kesehatan ini, setiap tahunnya dianggarkan 10 persen dari APBD untuk kesehatan, bahkan kita bisa lebih dari 10 persen,” katanya.
Sebagai rumah sakit dengan tipe B, sebut Harnojoyo, fasilitas yang dimiliki RSUD Bari saat ini sudah sangat refresentatif.
Dengan fasilitas yang menunjang seperti sekarang ini masyarakat yang akan berobat tidak perlu ragu lagi untuk mendatangi RSUD Bari.
“RSUD Bari siap menampung pasien umum dan BPJS dengan harga yang sama dengan rumah sakit tipe C,” jelasnya.
Karena itu,jelas Harnojoyo, Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) untuk bisa lebih fleksibel mengenai mekanisme rujukan bagi pasien BPJS. Khususnya untuk RSUD Bari yang merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah.
“Sebagai rumah sakit yang menyediakan tempat untuk masyarakat yang akan berobat, seharusnya tidak ada rujukan lagi. Mohon dipertimbangkan,” pinta Harnojoyo kepada Kepala BPJS.
Menurut Harnojoyo, Kedepan, tambah Harnojoyo, upaya Pemkot untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kian ditingkatkan seperti penambahan fasilitas rumah sakit demi kenyaman pasien. Mengingat perkembangan penduduk tiap tahun yang kian bertambah.
“Kedepan kita juga ada RSUD Gandus. Jadi di ulu ada rumah sakit , dilir juga tersedia,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala RSUD Bari, Makiyani mengatakan, total tempat tidur yang dimiliki RSUD bari saat ini berjumlah 300an. Dengan penambahan gedung baru rawat inap kelas 3 ini, total kesemuanya berjumlah 450 an tempat tidur.
“Penambahan 50 tempat tidur perlantai. Tapi yang kita operasionalkan dulu 100 tempat tidur karena kita akan lihat perkembangan kunjungannya terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurutnya setelah peresmian ini, gedung baru ini akan segera dioperasionalkan dan siap menerima pasien rujukan dari seluruh puskesmas didalam Kota Palembang.
Pasalnya saat ini pasien yang dirujuk dari puskesmas bisa langsung dirujuk ke RSUD Bari.
“Sementara berdasarkan aturannya rujukan dari puskesmas itu type D. Selama ini rujukan ke BARI itu dari type C,” katanya
Makiyani mengatakan, agar bisa diakses oleh masyarakat Palembang, pihaknya sudah berupaya menyampaikannya kepada DPRD Kota Palembang sebab selama ini terhalang oleh aturan rujukan berjenjang.
“Sekarang mayoritas diakses oleh pasien dari luar Palembang. Kita minta walikota juga untuk bisa memberikan kemudahan,” katanya.(amel)
