Distribusi Solar Ganggu Aktivitas Warga, Deru Ngaku Sudah Panggil pihak Pertamina
Laporan: Tia
KOTA PALEMBANG, BS – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru meminta Pertamina segera membenahi sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya jenis solar, menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Deru, antrean kendaraan tersebut tidak hanya menyebabkan kemacetan di jalan, tetapi juga berdampak pada kegiatan ekonomi di sekitar SPBU.
“Saya sudah memanggil Pertamina sejak seminggu lalu. Saya minta mereka tidak berpikir secara ego sektoral. Kalau memang ada pembatasan subsidi silakan, tapi tolong cari formula lain agar tidak menyusahkan masyarakat,” ujar Deru, pada Senin (10/11/2025).
Ia mengatakan, jika persoalan distribusi solar bersubsidi sudah masuk ranah kepentingan publik dan kemanusiaan.
Selain menghambat arus lalu lintas, antrean panjang juga membuat sejumlah usaha sekitar SPBU tidak dapat beroperasi optimal.
“Satu antrean panjang membuat lalu lintas macet, usaha di sekitar SPBU terhalang, mobilitas warga terganggu, dan biaya transportasi ikut naik. Ujungnya masyarakat yang menanggung,” katanya.
Ia menegaskan, Pertamina harus bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur kembali mekanisme penyaluran solar agar antrean serupa tidak terulang.
“Kasihan masyarakat. Ini bukan semata urusan teknis, tapi sudah menyentuh aspek kemanusiaan. Pertamina sebagai pihak yang berwenang dalam distribusi seharusnya lebih peka,” tegasnya.
Ia menyebut keberadaan SPBU bukanlah hal baru di Sumsel, sehingga seharusnya persoalan antrean panjang semacam ini bisa diantisipasi lebih awal.
“Sejak kita lahir, SPBU sudah ada di Sumsel. Tapi baru sekarang terjadi antrean sepanjang ini, ada apa sebenarnya?,” ucap dia
