Reformasi SMK, Disdik Sumsel Targetkan Lulusan Siap Bersaing di Industri
Laporan: Hasan Basri
KOTA PALEMBANG, BS — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus mengakselerasi peningkatan mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berbagai langkah strategis ditempuh untuk memastikan pendidikan vokasi benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri yang terus berkembang secara dinamis.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni mengatakan, bahwa penyesuaian kurikulum menjadi salah satu fokus utama dalam proses transformasi tersebut. Menurutnya, kurikulum SMK harus dirancang secara komprehensif agar sesuai dengan standar kompetensi industri dan tuntutan pasar tenaga kerja. Dengan pendekatan ini, lulusan SMK diharapkan memiliki keterampilan yang tepat sasaran baik Hard Skills maupun Soft Skills sehingga mampu terjun ke dunia kerja tanpa hambatan berarti.
“Penyesuaian ini penting untuk memastikan peserta didik tidak hanya mahir secara teori,tetapi juga memiliki kemampuan praktik yang benar-benar dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.
Dia menambahkan, Disdik Sumsel juga memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui peningkatan kompetensi guru SMK, melalui pelatihan dan bimbingan teknis kini dilakukan secara berkelanjutan, mencakup berbagai bidang keahlian dan perkembangan teknologi terkini. Program ini termasuk penyegaran informasi mengenai Kurikulum Merdeka, yang kini menjadi dasar pengembangan pembelajaran di banyak satuan pendidikan.
“Guru adalah ujung tombak.Jika guru memiliki kompetensi yang kuat dan selalu diperbarui,maka kualitas lulusan juga akan meningkat,” katanya.
Sambung Mondy, upaya penguatan mutu tersebut semakin dilakukan secara menyeluruh melalui dukungan berkelanjutan kepada sekolah-sekolah. Koordinasi tidak hanya dilakukan di internal Dinas Pendidikan, tetapi juga melibatkan berbagai stakeholder eksternal seperti dunia usaha dan dunia industri (DUDI), lembaga sertifikasi profesi, hingga mitra industri kreatif dan teknologi.
“Melalui kemitraan ini,sekolah dapat mendorong inovasi pembelajaran, meningkatkan kualitas praktik kerja industri, dan memperkuat program link and match agar kebutuhan industri dapat dipenuhi secara tepat dan cepat,” ucapnya
Dengan serangkaian langkah tersebut, Disdik Sumsel menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif, kompetitif, dan memiliki daya saing tinggi. Mondyaboni menyebutkan, lulusan SMK Sumatera Selatan diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di tengah dinamika industri yang terus bergerak maju.
Selain itu, berbagai program penguatan ekosistem vokasi juga akan terus diperluas. Mulai dari dorongan digitalisasi pembelajaran, peningkatan sarana praktik yang mendukung teknologi terbaru, hingga perluasan kerja sama dengan perusahaan berskala nasional maupun internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan SMK di Sumatera Selatan memiliki peluang yang sama untuk berkembang, berdaya saing, dan mampu bersaing di mana pun mereka berada. Itu tujuan besar kami,” pungkasnya.
