Sinergi Antardaerah Perkuat Ketahanan Pangan Dan Pengendalian Inflasi, Sumsel Realisasikan Kerja Sama Melalui Pengiriman Bibit Bawang Merah

Laporan : Ofie

 

SEMARANG, BS – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, serta mendukung pengendalian inflasi yang berkelanjutan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan bersama TPID Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Capacity Building TPID yang disinergikan dengan Penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) bersama Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang pada Senin (22/6) di Semarang, Jawa Tengah. Selain penandatanganan kerja sama antarpemerintah (government-to-government/G2G), kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama business-to-business (B2B) antarpelaku usaha. Sebagai bentuk implementasi awal kerja sama tersebut, dilakukan pengiriman bibit bawang merah dari Kabupaten Demak untuk mendukung pengembangan demonstration plot budidaya bawang merah di Sumatera Selatan. Inisiatif pengiriman KAD dan demonstration plot ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan komoditas bawang merah di Sumatera Selatan dalam jangka menengah hingga panjang, sehingga ke depan Sumatera Selatan mampu memenuhi kebutuhan komoditas tersebut secara lebih mandiri.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono; Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Basyaruddin Akhmad; Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman; Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat; serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari Hufaid.

 

Kegiatan Capacity Building diselenggarakan sebagai sarana pembelajaran dan pertukaran pengalaman antarwilayah dalam memperkuat efektivitas pengendalian inflasi. Melalui forum ini, peserta memperoleh berbagai praktik terbaik dan inovasi kebijakan yang telah berhasil diterapkan di Jawa Tengah, provinsi yang meraih penghargaan TPID Provinsi Terbaik pada TPID Awards Tahun 2024 dan 2025.

 

Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Basyaruddin Akhmad, sebagai perwakilan TPID Sumatera Selatan, menyampaikan bahwa penguatan Kerja Sama Antar Daerah merupakan salah satu strategi utama dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Menurutnya, sinergi antardaerah memungkinkan wilayah yang memiliki surplus produksi untuk memasok kebutuhan daerah lain yang mengalami defisit, sehingga stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga. Lebih lanjut, kerja sama yang terjalin diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan antara koperasi, kelompok tani, distributor, dan pelaku usaha melalui skema business-to-business yang saling menguntungkan.

 

Pada kesempatan yang sama, Andi Reina Sari Hufaid, perwakilan TPID Jawa Tengah, menyampaikan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dalam pengendalian inflasi. Oleh karena itu, kegiatan studi banding dan capacity building menjadi momentum penting untuk memperkaya perspektif, memperkuat kolaborasi, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi kebijakan yang adaptif dan efektif. Ia menambahkan bahwa Jawa Tengah terus memperkuat pengendalian inflasi melalui implementasi strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

 

Sementara itu, Firman Hidayat, perwakilan TPID Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa daerah yang mengalami surplus produksi dapat menjadi penyangga bagi daerah lain yang membutuhkan pasokan, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan. “Kami meyakini bahwa penguatan kerja sama antardaerah tidak cukup hanya melalui kesepakatan antarpemerintah daerah (G2G), tetapi juga perlu ditindaklanjuti melalui fasilitasi pertemuan antara distributor, koperasi, kelompok tani, dan pelaku usaha di masing-masing daerah sehingga dapat terbentuk kerja sama B2B konkret yang berkelanjutan,” ujar Firman.

 

Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan dari Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Johan Hadiyanto; Direktur Utama BUMD PT Jateng Agro Berdikari, Totok A.S.; serta Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Magelang, Nur Afiyah Maizunati. Berbagai inovasi yang dibagikan meliputi penguatan kelembagaan pangan melalui Koperasi Panca Arga Tani Gemilang (PATG), optimalisasi peran BUMD pangan PT Jateng Agro Berdikari, digitalisasi informasi harga dan pasokan pangan melalui platform DataGO dan IndiGO, serta implementasi early warning system untuk mendukung pengendalian inflasi yang lebih preventif dan responsif.

 

Sebagai bentuk penguatan sinergi dan keberlanjutan kerja sama, dilakukan penandatanganan berbagai Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang, Kota Lubuk Linggau, dan Kabupaten Muara Enim dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang. Kerja sama tersebut mencakup sektor pertanian dan ketahanan pangan, perdagangan, perikanan, koperasi dan UMKM, serta pengembangan potensi daerah lainnya.

 

Sebagai tindak lanjut konkret dari Kerja Sama Antar Daerah, selain pengiriman bibit bawang merah dari Kabupaten Demak kepada petani di Kota Pagar Alam, juga telah terjalin kerja sama business-to-business (B2B) komoditas bawang merah antara pelaku usaha Kota Palembang dan Lubuk Linggau dengan Demak; serta komoditas cabai antara pelaku usaha Lubuk Linggau dengan Magelang. Kerja sama tersebut meliputi kemitraan antara petani dan penangkar benih untuk pengembangan pembibitan bawang merah, serta kemitraan antarpedagang dalam penyediaan dan distribusi komoditas pangan strategis. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem pangan dari hulu hingga hilir, sehingga ketersediaan pasokan dapat terjaga, distribusi menjadi lebih lancar, dan stabilitas harga pangan semakin terkendali.

 

Ke depan, TPID Provinsi Sumatera Selatan akan terus memperluas dan memperkuat kerja sama antardaerah melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, koperasi, kelompok tani, distributor, dan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem pangan yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional serta menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan.