27 Desa di Lahat Terendam Banjir, Sarana dan Prasarana Publik Mati Total

LAHAT,BS – 27 desa di delapan kecamatan Kabupaten Lahat terendam banjir, yang disebabkan air Sungai Lematang dan Kikim meluap setelah diguyur hujan deras selama 24 jam.

Tak khayal ketinggian air yang mencapi 2-3 meter, menyebabkan fasilital sarana dan prasarana pelayanan publik seperti air bersih rusak berat, jaringan listrik padam dan akses komunikasi serta transportasi terputus.

Tercatat sebanyak 17.078 warga pun terpaksa di evakuasi karena mulai terserang penyakit.
Kejadian tersebut, tergambar dalam simulasi penanganan bencana di lapangan eks Mtq Lahat, Kamis (29/11) oleh BPBD setempat.

Kepala BPBD Marjono Kabupaten Lahat mengatakan, bahwa simulasi ini dilakukan dalan upaya kesiap siagaan personel di lapangan.
Dalam simulasi tersebut, dilaksanakan evakuasi korban, pemasangan tenda darurat, maupun upaya meredam warga yang kelaparan dan berusaha menjarah bantuan.

“Hanya simulasi bencana. Di Lahat memang ada delapam kecamatan rawan yakni Lahat, Merapi Barat, Merapi Timur, Merapi Selatan, Kikim Barat, Kikim Timur, Kikim Selatan dan Pulau Pinang,” ungkap Marjono didampingi Asisten I Pemda Lahat, Ramsi.

Sementara 27 desa yang ada di delapan kecamatan tersebut berada di pinggiran sungai Lematang dan Kikim.

Dalam simulasi terebut dilaksanakan oleh BPBD Lahat, Polri, TNI, Damkar, Basarnas, Dinkes, Orari, Pramuka dan lainnya. Sekitar 200 personel dilibatkan dalam simulasi tersebut.

Lanjutnya, stok obat- obatan maupun pangan dalam penanganan pasca bencana juga tersedia. Sementara untuk tahun 2018 ini untuk banjir pernah terjadi di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Kikim Tumur namun air cepat. “Lalu untuk longsor di kawasan Tanjung Sakti, Jalan Pagaralam-Manna Bengkulu Selatan,” pungkasnya. (ite)