LAHAT. BS – Sejumlah anjing liar mulai meresahkan warga Perumnas Bengkurat Permai, Kelurahan Sari Bunga Mas Lahat. Pasalnya, hewan berkaki empat ini kerap mengincar hewan ternak atau peliharaan milik warga.
Susiono (41) mengatakan dalam beberapa hari belakangan ini kawanan Anjing liar datang ke pemukiman membuat warga takut. Keresahan Susiono cukup beralasan, sudah beberapa ekor Ayam peliharaan milikinya maupun milik tetangganya di mangsa kawanan Anjing-anjing liar ini.
Selain itu di kawatirkan Anjing-anjing yang tak bertuan ini akan menyerang anak-anak yang sedang bermain di komplek tempat tinggal mereka. “Takutnya anjing liar ini menularkan penyakit rabies dengan menyerang anak kecil,” katanya.
Senada Beni (34) warga setempat juga menuturkan bahwa, suatu hari burung peliharaannya yang berada dalam sangkar yang di gantung dibawah atap rumahnya sudah di intai oleh kawanan Anjing liar. Namun dirinya langsung mengusir binatang berkaki empat itu dengan sebatang kayu.
Selain itu Anjing-anjing liar ini berkelahi pada malam hari menimbulkan suara yang sangat gaduh dan menggangu istirahat warga setempat. “Kami telah melakukan ronda tiap malam untuk mengusir kawanan Anjing liar dengan cara menembaki agar mereka pergi,” harapnya.
Menanggapi masalah itu, Kepala Dinas Pertanian Agustiar Budiman melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nursiwan mengatakan bahwa, pihaknya akan segera menanggapi masalah yang terjadi dengan melakukan langka-langka seperti Vaksinisasi hingga Eliminasi terhadap hewan liar tersebut.
“Sampai saat ini belum ada laporan warga setempat. Kami akan segera melakukan penindakan setelah adanya laporan. Tentunya kami tunggu laporan warga itu baik pribadi maupun di wakilkan oleh ketua RT,” katanya.
Kendati demikian, sebelum melakukan penindakan baik vaksin maupun eleminasi terlebih dahulu pihaknya melakukan pendataan. Apakah anjing anjing tersebut liar atau ada pemilik nya.
“Perlu juga persetujuan dari pemilik hewan untuk dilakukan vaksinasi. Kalau memang liar tidak ada pemiliknya langsung kita basmi (eliminasi),” terangnya.
Untuk segera mengeksekusi laporan warga ini, warga juga diminta bersedia bertanggung jawab jika ada pihak pihak tertentu yang tidak senang dengan prilaku mengeleminasi hewan dengan cara suntik mati atau pemberian racun.
“Kami pernah mendapat kecaman dari kalangan pecinta hewan. Mereka menilai apa yang kami lakukan itu keji, padahal yang dilakukan ini untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman gigitan dan penyakit yang ditularkan, ” tutupnya. (Ite)
