Akali Kerugian, Petani Cabai Berlakukan Sistem Barter

 

LAHAT,BS – Turunya harga cabai merah disejumlah daerah, juga dirasakan petani di Kabupaten Lahat. Untuk mengurangi kerugian itu, selain memilih membiarkan cabai membusuk petani berlakukan sistem bertukar (barter) sayur dengan petani lainnya.

Sutriani (34) mengeluhkan harga cabai merah keriting yang kini turun harga hingga Rp 10 ribu per kilogram menjual ke pengepul. Sebelumnya, para petani dapat menjual dengan harga Rp 25 ribu ke pengepul.

” Tidak sesuai dengan modal, harga mulai anjlok ketika memasuki tahun baru 2019,” Kata petani Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat. Rabu (23/1).

Kini, para petani di kaki bukit barisan itu, memilih membiarkan cabai yang sudah matang membusuk. Mengingat perlunya biaya produksi lagi untuk menjual ke pengepul.

” Kami rugi, kalau mau jual perlu uang lagi, jadi kami biarkan membusuk. Sesekali kami lakukan sistem barter (tukar) dengan sayuran ke para petani sayur lain,” ungkapnya.

Petanipun berharap adanya solusi dari pemerintah terkait, untuk dapat menstabilakan harga, mengenai anjloknya harga cabe, yang sebelumnya mampu membantu perekonomian dan biaya anak sekolah.

” Harapan kami ya, supaya pemerintah punya solusi untuk menstabilkan harga kembali,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan, Kabupaten Lahat, Drs Sukaca MM, melalui Kabid Perdagangan, Hamzah Seviyusman SE MM menyarankan, harus adanya campur tangan dari pemerintah daerah. Petani khususnya petani cabe harus mempunyai wadah yang dinaungi pemerintah daerah.

” Misalkan ada koperasi, dengan adanya kelompok tani mereka bisa dapet ilmu pertanian cabe yang benar, mencari waktu tanam yg tepat,” ucapnya.

Selain itu, petani dituntut untuk lebih kreatif seperti dengan adanya kelompok tani, petani bisa membeli mesin untuk menggiling cabe dengan kapasitas besar yang bisa memenuhi kebutuhan disekitar wilayah mereka.

” Bukan tidak mungkin juga bisa meluas ke sekuruh daerah, kan banyak yang butuh ( mesin ) jadi petani tidak selalu menjual bahan mentah,” tutupnya. (Ite)