Geliat SMB II Palembang: Slot Terbang Tembus 77,8 Persen
Laporan: Tia
KOTA PALEMBANG, BS — Tingkat penggunaan waktu terbang (slot utilization) di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menyentuh angka 77,8 persen, pada Rabu (25/03/2026).
“Tingkat penggunaan slot yang mencapai 77,8 persen ini menunjukkan bahwa bandara kita sangat produktif dan efisien dalam mengatur jadwal terbang di tengah kepadatan arus penumpang yang menembus 12.619 orang,” ujar Executive General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi pada Kamis (26/03/2026).
Tingginya produktivitas ini tercermin dari total 78 pergerakan pesawat (aircraft movement) dalam satu hari, atau melonjak 32,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Dari sisi kapasitas, efisiensi penggunaan ruang udara ini juga berbanding lurus dengan tingkat keterisian kursi (load factor) yang mencapai 86,8 persen, di mana hanya 1.747 kursi yang tidak terpakai dari total 14.366 kursi yang tersedia.
Meski pemanfaatan slot sangat optimal, pihak otoritas bandara mengakui adanya tantangan pada aspek ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) yang saat ini berada di level 55,1 persen.
Dari total 78 penerbangan, tercatat 43 jadwal tepat waktu sementara 35 lainnya mengalami keterlambatan (delay) akibat padatnya lalu lintas udara dan operasional di lapangan.
“Pemanfaatan slot yang tinggi adalah sinyal positif bagi konektivitas udara Palembang. Namun, kami juga fokus mengevaluasi tantangan ketepatan waktu agar pelayanan tetap prima meskipun frekuensi penerbangan terus bertambah,” jelasnya.
Pihak bandara juga mencatat realisasi penerbangan tambahan (extra flight) sebanyak 11 jadwal yang turut berkontribusi pada kepadatan slot tersebut.
Sektor internasional pun mulai menunjukkan taji dengan 4 pergerakan pesawat yang mengangkut 577 penumpang dalam sehari.
“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan pengatur lalu lintas udara untuk mengoptimalkan setiap menit penggunaan slot. Harapannya, efisiensi ini dapat terus ditingkatkan demi mendukung mobilitas masyarakat Sumatera Selatan,” pungkasnya.
