Penyegelan Warung Bakso Granat nyaris bentrok

PALEMBANG,BS – Upaya penyegelan Warung Bakso Granat di jalan Inspektur Marzuki tepatnya didepan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Palembang, Kamis (5/9/2019) nyaris ricuh.

Tim gabungan dari Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang yang hendak melakukan penyegelan dihalangan seorang pria yang mengaku kerabat pemilik bakso kenamaan di kota ini.
Penyegelan yang dilakukan ini, buntut dari pemilik Warung Bakso Granat yang telah mendapat tiga kali surat peringatan dari BPPD Kota Palembang karena menolak memasang e-tax (alat pajak online).

Sebelumnya Petugas BPPD dan instalatir, sempat diterima oleh pemilik Bakso Granat untuk memasang alat tersebut pada Rabu (04/09/2019) sekitar pukul 12.00 WIB, selesai dipasang pada pukul 15.00 WIB, petugas pun kembali ke kantor.

Sayangnya, ditengah perjalanan, saat petugas mengecek sinyal e-tax, ternyata tidak tersambung dan disinyalir terputus.

Sehingga petugas kembali datang melakukan pengecekan. Benar saja, saat tiba petugas melihat kondisi kabel e-tax telah rusak.

Salah seorang pria yang mengaku kerabat pemilik warung bakso yang cukup terkenal di Palembang itu, memutus kabel alat perekam pajak dan memarahi petugas dengan nada tinggi. Disertai kata-kata yang mengintimidasi dan membuat petugas terancam.

Untuk mengindari hal yang tidak diinginkan, petugas BPPD kemudian mengambil kembali sebagian alat perekam pajak yang dirusak, kemudian melapor ke Mapolsekta IB I pada Rabu malamnya.

“Petugas BPPD sudah persuasif tidak tahunya mendapt respon seerti ini,”kata kepala BPPD Kota Palembang Sulaiman Amin.

Pantauan dilpangan Warung Bakso Granat Bang Aziz masih buka seperti biasa pekerja sejak pukul 09.00 mulai melakukan kegiatan seperti membersihkan lantai serta memasak.

Tepat pukul 11.30 terrlihat puluhan Pol PP dan Dinas BPPD mendatangi warung granat Bang aziz, mengalami ketegangan dan berjalan alot. Puluhan pegawai bakso granat menggelar yasinan.

Ibu dari yang punya warung bakso granat bang azis sebut bahwa pengelola bakso granat di peras.

“Kami di peras,”katanya.(za)