Bangunan LRT Sumsel Selesai Akhir Februari

PALEMBANG, BS – Progres pengerjaan Kereta Api Ringan Light Rail Transit (LRT) kian dikebut. Pengerjaan yang sudah dimulai sejak Oktober 2015 lalu itu, rencananya akan rampung di akhir Februari 2018 mendatang. Pejabat Pembuat Komitmen LRT Sumsel dari Kementerian Perhubungan RI, Suranto mengungkapkan, progres pengerjaan LRT lebih cepat dari target dengan realisasi penyelesaian mencapai 83,69 persen.

“Kami mengejar penyelesaian kontruksi bangunan, agar pada Juni mendatang, LRT ini sudah bisa beroperasi,” ungkap dia.

Suranto mengatakan, secara rincian untuk pengerjaan rel di masing-masing zona sudah berjalan cukup baik. Keseluruhannya sudah hampir selesai, seperti di zona I dari 5.880 meter sudah dikerjakan 5.700 meter, zona 2 dari 12.000 meter sudah dikerjakan 8.287 meter , zona 3 dari 12.000 meter sudah dikerjakan 7.803 meter , zona 4 sudah dibangun rel sepanjang 4.716 meter dari 8.000 meter, dan zona 5 sudah dikerjakan 6.511 meter dari 7.600 meter.

“Zona LRT ada 5. Pengerjaan rel dan pengelasan sedang dikerjakan dan mendekati penyelesaian,” kata Suranto.

Untuk pengerjaan bangunan stasiun di LRT, saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan pengerjaan bangunan stasiun sepanjang 23,5 kilometer. Ada 13 stasiun yang dibangun di sepanjang jalur LRT mulai dari Bandara SMB II Palembang hingga Jakabaring. Untuk stasiun Bandara SMB II progresnya mencapai 87 persen, stasiun Asrama Haji 77 persen, stasiun Telkom 63 persen, stasiun RSUD 78 persen, stasiun Polda 67 persen, stasiun Demang 76 persen, stasiun Palembang Icon 78 persen, stasiun Dishub Sumsel 76 persen, stasiun Cinde 80 persen, stasiun Ampera 85 persen, stasiun Polresta Palembang 80 persen, stasiun Jakabaring 92 persen, dan stasiun OPI mencapai 90 persen.

“Tidak ada kendala berarti, namun kita akan kejar progres untuk stasiun Telkom dan stasiun Polda yang memang masih rendah di bandingkan stasiun yang lainnya,” kata dia.

Ia menerangkan, masing-masing stasiun khususnya dari lantai satu ke platform dilengkapi dengan lift, tangga dan eskalator. Untuk lantai dasar ke lantai satu akan dilengkapi dengan ramp dan lift, tangga, eskalator, dan lift. “Khusus untuk stasiun Jakabaring dan Bandara dilengkapi dengan travelator,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Proyek Utama Pembangunan LRT Sumsel, Masudi Jauhari mengatakan pengerjaan 13 stasiun LRT mengalami progres yang cukup signifikan. Khususnya Stasiun Jakabaring yang telah dipasang tangga eskalator. “Ditargetkan, penyelesaian stasiun rampung Februari nanti,” katanya.

Disetiap stasiun, akses menuju gerbong kereta menggunakan berbagai cara. Seperti di stasiun Bandara SMB II dan Jakabaring menggunakan travelator. Lalu stasiun Asrama Haji, Talang Buruk, Polda Sumsel, SMKN 2, Dishub Sumsel, Ampera, Polresta Palembang dan OPI Mall menggunakan ramp dan lift. (ria)