20 Persen Sekolah Di Kota Palembang Masuk Kategori Rusak Berat
Laporan: Hasan Basri
KOTA PALEMBANG, BS — Retak dinding kelas, atap bocor, hingga ruang belajar yang tak lagi layak pakai masih menjadi potret sejumlah sekolah di Kota Palembang. Kondisi itu mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang turun langsung ke lapangan untuk memetakan kerusakan dan menyiapkan langkah perbaikan menyeluruh demi menjamin keamanan dan kenyamanan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, M Affan Prapanca, mengatakan pihaknya telah merampungkan peninjauan langsung ke seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Disdik Kota Palembang. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran riil kondisi infrastruktur sekolah, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.
“Pemantauan dan pendataan sudah kami selesaikan untuk seluruh jenjang TK, SD, dan SMP di bawah naungan Disdik Kota Palembang,” ujarnya
Dari hasil pendataan itu, Disdik Kota Palembang mencatat lebih dari 1.300 titik satuan pendidikan telah dikunjungi. Temuannya menunjukkan kondisi infrastruktur sekolah masih memerlukan perhatian serius.
“Sekitar 20 persen sekolah masuk kategori rusak berat, 25 persen rusak sedang, dan sisanya mengalami kerusakan ringan,” katanya
Ia menjelaskan, data tersebut akan menjadi pijakan utama dalam menyusun prioritas anggaran perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Disdik Kota Palembang, kata dia, berupaya agar proses pembelajaran dapat berlangsung di lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung kualitas pendidikan.
“Data ini akan kami gunakan sebagai dasar perencanaan perbaikan. Harapannya, anggaran yang tersedia dapat mencukupi untuk menangani sekolah-sekolah yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Selain fokus pada perbaikan fisik, Affan juga mengingatkan pentingnya peran aktif seluruh warga sekolah dalam menjaga lingkungan pendidikan. Guru dan pihak sekolah diminta lebih peka terhadap potensi masalah yang dapat membahayakan keselamatan siswa maupun menghambat proses belajar mengajar.
“Jika semua unsur sekolah peduli dan sigap, banyak persoalan bisa dicegah sejak dini,” pungkasnya.
