Lapak Dibongkar, Puluhan PKL Jalan Kaki ke Kantor Wakil Rakyat

BATURAJA,BS – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Atas, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Senin (4/9/2017) mengelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Pedagang resah terhadap rencana Pemkab OKU yang berencana melakukan pembongkaran lapak pedagang yang telah ditempati puluhan tahun. Penyebabnya, lapak pedagang dianggap menjadi biang pemicu kemacetan.

“Pembongkaran lapak akan di laksanakan sore nanti pukul 15.00 SIB oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP),” kata Kordinator Aksi, Wahyu Hidayat.

Mengusung sepanduk bertuliskan rasa kekecewaan terhadap kepala unit Pasar Atas, puluhan PKL tersebut memperjuangkan nasib mereka ke gedung perwakilan rakyat dengan cara berjalan kaki.

“Para pedagang sebelumnya membuat lapak dengan dana sendiri. Dana yang menghabiskan sekitar Rp 9 juta, untuk membuat lapak seluas 1,5 x1,2 meter dan itu atas persetujuan kepala pasar,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya menyesalkan ketika pembangunan lapak sudah rampung, kini justru harus di bongkar.

“Kami harus dipindahkan ke lantai dua, padahal dilokasi tersebut kios banyak yang telah ditinggal pedagang akibat sepi pembeli,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD OKU, Yudi Purna Nugraha mengatakan, akan mencari solusi yang terbaik untuk para PKL.

“Kita akan mengawal pembangunan pasar sehingga tidak merugikan pedagang,” katanya.

Ditempat yang sama, Direktur Pasar Induk OKU, Zam Zam mengatakan, pembangunan yang dilakukan tidak bertujuan untuk merugikan pedagang melainkan untuk meningkatkan perekonomian dengan cara melakukan penataan.

Untuk itu, pihaknya berharap agar pedagang mau bersabar dan menempati di lantai dua untuk sementara waktu ini, sambil menunggu pembangunan kios yang baru.

“Saya berjanji akan menggratis kan kios tersebut nantinya dan itu berlaku khusus untuk para pedagang yang ada di Jalan Warsito, ” tegasnya (hend)