Desa Agrowisata Tekno 44 dilaunching KASAD Dudung Abduracham, Pemrov Sumsel : akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat

 

BANYUASIN,BS –  Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Ir. Agus Darwa M. Si meyakini Desa Agrowisata Tekno 44 di Desa Glebek Dalam Kecamatan Rambutan Kebupaten Banyuasin akan menjadi pengerak roda perekonomiam warga setempat.

Keyakinan ini, diungkapkan Agus, menyusul Desa tersebut ditetapkan sebagai Desa Agrowisata Tekno 44, usai secara resmi dilaunching Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman,Senin (14/02/2023).

“Apa yang dilakukan dari TNI khususnya jajaran Kodam II Sriwijaya dan korem 044/GAPO yang sudah menginisiatif bagaimana menyikapi hal yang terjadi selama ini dalam mengatasi karhutla dan sebagainya,” katanya.

Bahkan pihaknya akan memberikan suport penuh untuk mengembangkan kawasan tersebut sesuai dengan tupoksi kerja dinasnya.

“Kami juga ingin menyumbang tenaga dan pikiran kami sesuai dengan bidang kami tentunya dan kita lihat dampaknya ini sangat luar biasa,” katanya.

” Yang jelas warga masyarakat di desa Gelebek kecamatan Rambutan kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini pasti ada dampak terutama perekonomian pasti akan berputar,” ungkapnya lagi.

Agus menambahkan, untuk Potensi komoditi perkebunan sendiri di sini sangat cocok seperti kopi dan kelapa sawit hanya saja kita harus menyesuaikan dengan luas lahannya.

“Dari dinas perkebunan sendiri untuk peninjauan perkembangan nya nanti akan kita lakukan, apalagi di dinas perkebunan ada Tenaga Pendamping Peningkatan Produksi Perkebunan (TPPPP) di kecamatan pasti akan kita turunkan untuk membantu TNI berserta jajaran TNI KOREM 044/GAPO ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Pandji Tjahjanto,S.Hut., M.S.i menyampaikannya, agrowisata Tekno-44 di dasari semangat pencegahan kebakaran hutan dimana cara pengolahan lahan tanpa membakar, yang menjadi contoh ada technologi yang tepat guna yang menjadi contoh untuk masyarakat bagaimana petani peternak perikanan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa merusak lingkungan.

“Jadi secara kehutanan ada pembagian bibit pohon pohonan dan ada Kesatuan Pengelolaan Hutan selanjutnya disebut KPH adalah wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya yang dapat dikelola secara efisien dan lestari,” pungkasnya.(win)