Diduga Main Petasan, Bocah 13 Tahun di Palembang Ditampar Tetangga, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

PALEMBANG, BS — Persoalan sepele soal permainan petasan berujung serius di Palembang. Seorang bocah berusia 13 tahun diduga menjadi korban kekerasan fisik setelah ditampar oleh tetangganya sendiri, hingga kasus tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian.

Korban berinisial RR datang ke Polrestabes Palembang bersama ayahnya, Edi Arianto (49), pada Jumat (6/2/2026). Mereka melaporkan dugaan tindak kekerasan terhadap anak yang dialami RR.

Edi menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kejadian berlangsung di Jalan Singadekane, Lorong Abu Yasin, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Menurut penuturan korban kepada orang tuanya, saat kejadian RR sedang duduk di sekitar lokasi sambil bermain handphone. Tidak lama berselang, terlapor berinisial AB datang menghampiri korban.

Tanpa didahului teguran atau percakapan, terlapor diduga langsung menampar RR. Aksi tersebut disebut dipicu karena korban bermain petasan di lingkungan sekitar.

Berita Terkait

“Anak saya bilang, terlapor datang tiba-tiba dan langsung menamparnya. Alasannya hanya karena main petasan,” ujar Edi saat memberikan keterangan kepada petugas.

Akibat kejadian itu, RR mengalami memar dan rasa nyeri di bagian pipi sebelah kanan. Merasa tidak terima, Edi memilih melaporkan kejadian tersebut ke polisi karena anaknya masih di bawah umur.

Edi menegaskan, jika memang anaknya dianggap mengganggu, seharusnya ditegur atau dinasihati, bukan diperlakukan dengan kekerasan. “Kalau salah, cukup ditegur. Anak saya masih kecil, bukan dipukul,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui petugas Pamapta Ipda Adityan Ammar membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan terhadap anak tersebut.

“Laporan sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang. Saat ini petugas akan melakukan penyelidikan serta memanggil terlapor,” pungkasnya.