Produksi Telur Ayam di Sumsel Menyusut Hingga 40 Persen

Harga di Pasar Tradisional di Palembang mencapai Rp25 ribu per Kg

PALEMBANG,BS –  Produksi telur ayam di Sumatera Selatan (Sumsel) menyusut signifikan, penyusutan ini diakui peternak telur hingga 40 persen. Kondisi ini membuat harga telur naik, dan stoknya menyusut.

Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel (AMPS), Ismaidi mengatakan, penurunan jumlah produksi sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir, namun belum terlalu signifikan.

Barulah saat ini, tingkat produksi menyusut tajam, bahkan bisa dikatakan paling parah dibanding sebelumnya. “Biasanya produksi per hari biaa 250 ton, saat ini bisa 170 ton saja sudah cukup baik,” kata Ismaidi, Senin (16/7/2018).

Dia mengatakan, peternak ayam petelur mengeluhkan kondisi cuaca yang cukup panas dari biasanya, apalagi saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau, sehingga telor sulit bertelur meski banyak cara telah dilakukan.

“Tidak hanya di Sumsel saja, di daerah lain juga merasakan kondisi ini, Sumsel masih termasuk cukup baik, ketimbang daerah lain yang mengalami hal yang sama,” katanya.

Ismaidi menerangkan, kondisi ini sangat lazim terjadi, sebab pengaruh cuaca ini sangat sulit untuk dihindari. Apalagi, soal biaya produksi yang kini naik, membuat peternak terpaksa menyesuaikan harga.

Sementara itu, pantauan di Pasar Tradisional di Kota Palembang seperti Pasar Padang Selasa, harga telur ayam diketahui naik, bahkan harga juam saat ini sudah mulai merata Rp25 ribu per kg.

Kenaikan ini cukup signifikan terjadi, bahkan kenaikan hingga mencapai Rp6 ribu dari sebelumnya hanya sekitar Rp19 ribu per kg. “Naiknya cepat sekali, harganya pun tinggi,” kata Rodiah (34) pembeli.

Rodiah mengakaui, telur ayam adalah kebutuhan prokok yang selalu ada. Namun demikian bagaimana lagi, kenaikan ini sudah tak terbendung diharapkan bisa dapat turun lagi.

“Harusnya bisa turun lagi, kalupun naik jangan terlalu tinggi. Tapi kalau sudaj naik hinga Rp6.000 cukup memberatkan. Harusnya tim pengendali harga tidaj tinggal diam,” tuturnya. (one)