Di Pasar Tradisional, Harga Ikan Merangkak Naik

PALEMBANG, BS – Harga ikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang merangkak naik, kendati belum signifikan, namun pedagang mengakui kenaikan terjadi karena stok ikan secara fluktuatif mengalami gejolak. Sehingga beberapa jenis ikan mengalami kenaikan harga.

Anton (36) pedang di Pasar KM 5 mengatakan, beberapa harga ikan yang mulai naik seperti ikan gabus, ikan sarden dan ikan baung. Namun kenaikan ini masih dirasa wajar, kerena stoknya selalu ada walaupun tidak sebanyak seperti biasanya.

“Terkadang ikan sangai ini tiba-tiba banyak, kemudian tiba-tiba saja cukup sulit, seperti baung dan gabus. Meski selalu ada, namun terkadang harganya cukup tinggi,” katanya.

Dia mengatakan, harga ikan gabus saat ini mencapai Rp50 ribu tergantung ukuran dan kualitas kesegaran, dan biasanya hanya Rp45 ribu per kg. Sementara ikan baung, mencapai Rp45 ribu per kg dari biasanya Rp40 ribu untuk ukuran sedang dan kecil.

“Kalau ikan sungai Gabus dan Baung yang sering naik turun, kalau iklan laut biasanya selalu ada ikan sardan, namun sering naik turun juga,” katanya.

Dikatakan pedagang lainnya, Yuli (44). Untuk saat ini stok ikan dari pengepul dari nelayan-nelayan di daerah, tidak terlalu terkendala. Sebab, di Palembang banyak pengepul yang mengirim, sehingga ketika di Banyuasin kesulitan ikan, biasanya di didaerah lain justru cukup banyak. (one)

“Saya kalau ikan sungai biasanya ambil dari kawasan Musi 2, lumayan pasokannya cukup stabil, karena di sana dikirim dari sejumlah penjuru penghasil ikan,” katanya.

Yuli mengakui, terkadang harga ikan tiba-tiba saja naik, diperkirakan karena nelayan yang tidak mencari ikan dan cuaca kurang bersahabat. “Kalau musim penghujan biasanya ikan laut yang stoknya berkurang, kalau musim panas seperti ini ikan sungai yang justu kurang maksimal supainya,” katanya.

Namun demikian dikatakan Yuli, saat ini sudah mulai banyak tambak ikan seperti ikan lele, gurame dan ikan lainnya. “Kalau ikan lele hampit tak pernah putus, selalu ada, termasuk gurame yang kini sudah mulai banyak tambak ikan,” katanya.

Yuli tidak menampik, jika di daerah di Sumsel ada yang mengeluhkan harga ikan naik. Namun di Palembang menurutnya tidak terlalu berdampak, sebab kawasan penghasil ikan di sejumlah daerah di Sumsel cukup banyak.

“Paling naik turunya Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per kg. Itupun kalau kondisi cuaca yang tidak bagus. Namun sejauh ini, ikan di Sumsel ini masih mencukupi, walaupun memang tidak setinggi tiga tahun belakangan,” katanya. (one)