BATURAJA,BS – Mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti, tak mesti hanya dapat ditangani melalui fogging atau pengasapan. Namun kunci utama pencegahannya adalah kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Andi Prapto mengatakan, untuk tahun 2017 ini kasus DBD menurun dibanding tahun 2016.
“Karena ketika ada kasus DBD, kami pasti mendapat laporan dari Puskesmas maupun rumah sakit. Kemudian, kami langsung melakukan pengasapan dan memberikan obat abate ke warga,” katanya, Kamis (28/9/2017)
Bukan hanya itu saja, pihaknya terus melakukan penyuluhan agar masyarakat melakukan pembersihan disetiap tempat yang menjadi tumbuhnya jentik nyamuk.
Mengenai fogging, memang tidak dilakukan di seluruh tempat. Sebab fogging untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus sesuai aturan.
“Fogging tidak sembarangan, ada aturannya dan tentunya dapat dilakukan setelah ada laporan dari Puskesmas atau Rumah Sakit setempat jika menemukan kasus DBD,” katanya.
Menurut Andi, langkah yang paling efektif untuk pencegahan adalah 3M yaitu menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember dan tempat penampungan air lainnya.(hend)
