Kasus Dengue Masih Tinggi, Palembang Luncurkan Pemantauan Aktif Vaksinasi untuk Anak Sekolah

PALEMBANG, BS – Tingginya angka kasus dengue di Sumatera Selatan mendorong peluncuran program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Kota Palembang. Program ini diresmikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya sebagai langkah penguatan perlindungan kesehatan anak usia sekolah dari ancaman dengue.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan kesehatan daerah. Ia menegaskan bahwa dengue bukan penyakit musiman, melainkan tantangan kesehatan yang membutuhkan pendekatan pencegahan berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dengue sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030, melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi kesehatan, dan pendekatan berbasis data ilmiah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengungkapkan bahwa pada 2025 tercatat 4.437 kasus dengue di Sumatera Selatan dengan 22 kematian. Palembang menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yakni 968 kasus dan 3 kematian. Data lima tahun terakhir menunjukkan kelompok usia 15–44 tahun sebagai kelompok dengan kasus terbanyak, sementara kematian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir terjadi pada kelompok usia 5–14 tahun, sehingga anak usia sekolah menjadi kelompok rentan. Ia menegaskan pentingnya penguatan pencegahan melalui 3M Plus, edukasi masyarakat, peran jumantik, pemanfaatan Ovitrap, serta vaksinasi sebagai pendekatan komprehensif.

Berita Terkait

Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Sumatera Selatan dr. Ariesti Karmila, Sp.A(K), M.Kes., menjelaskan bahwa dengue kerap dianggap penyakit ringan, padahal dapat berkembang menjadi kondisi berat dan fatal. Dalam program ini, pemantauan aktif menyasar 7.500 anak di 60 sekolah dasar pada wilayah kerja 10 puskesmas dengan angka kejadian dengue tertinggi, dengan sekitar 5.000 anak di antaranya menerima vaksinasi. Palembang dipilih karena tingginya beban kasus serta kesiapan daerah dalam pelaksanaan program setelah melalui diskusi dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan setempat, dan para ahli.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prof. Dr. dr. Mgs. Irsan Saleh, M.Biomed, menyatakan bahwa keterlibatan Fakultas Kedokteran Unsri sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini diharapkan menghasilkan bukti ilmiah untuk mendukung kebijakan kesehatan berbasis data dan memperkuat kontribusi akademisi dalam pencegahan dengue di daerah. Fakultas Kedokteran Unsri juga berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Takeda.

Penanggung Jawab Kegiatan Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Nasional Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pemantauan aktif multinegara yang juga berlangsung di Thailand dan Malaysia, serta di tiga kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Palembang, dan Banjarmasin selama tiga tahun. Program ini melibatkan anak-anak yang divaksinasi maupun yang tidak divaksinasi berdasarkan persetujuan orang tua, guna memperoleh gambaran komprehensif kesehatan anak-anak di wilayah dengan beban dengue tinggi. Hasil pemantauan diharapkan menjadi dasar penguatan kebijakan vaksinasi dengue nasional menuju target “Zero dengue death” 2030 atau setidaknya menurunkan 50 persen kematian dan 25 persen angka kejadian dengue.

Head of Medical Affairs PT Takeda Innovative Medicines dr. Arif Abdillah menegaskan komitmen Takeda sebagai mitra jangka panjang Indonesia dalam mendukung perlindungan masyarakat dari dengue melalui kolaborasi lintas sektor berbasis sains. Ia menyebut program ini diharapkan memperkuat perlindungan kesehatan anak-anak sekaligus meningkatkan pemahaman pencegahan dengue di masa depan, sejalan dengan misi perusahaan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.