Dugaan Penganiayaan Libatkan Dekan FH UMP dan Mahasiswa Berakhir Damai

Laporan: KIKI

KOTA ‎PALEMBANG, BS — Pelaporan dugaan penganiayaan yang melibatkan Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang berakhir damai dan saling memaafkan, pada Selasa (09/09/2025).

‎Kasus tersebut juga sempat dilaporkan korbannya, yang merupakan mahasiswa melaporkan Dekan FH UMP ke Polrestabes Palembang, pada (09/12/2024).

‎Proses hukum dari perkara itu juga sempat naik hingga tahap penyidikan, dan dilakukan gelar perkara. Namun berjalannya proses itu, penyidik menghentikan prosesnya SP 3.

‎Kepada wartawan Dekan FH UMP Palembang, Abdul Hamid menampik tuduhan yang menyebut dirinya melakukan penganiayaan pencekikan terhadap Irvansyah.

‎”Tuduhan itu tidak benar, itu fitnah saya sangat kecewa dengan adanya pelaporan itu, namun saya tidak akan frontal merespon saya mencoba sabar,” ucapnya.

‎Pasca peristiwa itu, UMP sebetulnya membentuk dua tim investigasi diantaranya tim hukum dan juga tim etik.

 

‎”Hasilnya memang tidak ada bukti kalau saya melakukan penganiayaan, dan pihak kepolisian juga mengeluarkan SP3, penghentian proses penyelidikan,” ucapnya.

‎Lanjut Abdul Hamid, antara dia dan Irvansyah memiliki keterikatan, dia mengklaim sebagai dosen pembimbing dari Irvansyah itu sendiri.

‎Namun sayangnya, ditengah polemik itu Irvansyah atas pertimbangannya memilih pindah ke Universitas lain untuk menempuh pendidikannya.

 

‎”Saya sudah bertemu dengan Irvansyah dan keluarga dan sudah saling memaafkan, “ucapnya.

‎Dilain pihak, ketua tim hukum yang menyelidiki dugaan tersebut Darmadi Djufri menyebut pemicu awal peristiwa itu terjadi disebabkan oleh kesalahpahaman.

‎Bermula saat Irvansyah yang saat itu terpilih menjadi Ketua UKM Mapala UMP mendesak Abdul Hamid menerbitkan surat keterangan terkait terpilihnya dia.

‎Namun menurut Darmadi, penerbitan SK itu adalah kewenangan Rektor UMP atas dasar itulah Abdul Hamid bersikeras enggan memberikan SK.

 

‎”Persoalan yang menjadi dasar peristiwa itu juga pak Dekan sangat memahami dengan sungguh-sungguh,” sebutnya

‎Terkait pemicu awal polemik itu juga dikonfirmasi oleh mahasiswi bernama Lintang Putri (19) yang merupakan saksi saat cekcok Irvansyah dan Abdul Hamid terjadi.

‎”Karena kejadian kemarin itu bukan niat dari hati, tapi bentuk loyalitas kami saja terhadap organisasi,” ucapnya.