3.017 Peserta CPNS Kabupaten Mura Ikuti Tes

MUSI RAWAS ,BS – Sebanyak 3.017 peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD). Para peserta dapat melihat hasilnya atau nilai melalui monitor yang disiapkan  panitia di luar gedung Audotorium Eks Pemkab Mura. Hal itu bentuk transparansi penerimaan CPNS tahun 2018 di Pemkab Mura.

Pantauan dilapangan, pelaksanaa tes SKD CPNS dilakukan dengan pengawasan ketat. Sebelum peserta memasuki ruangan tes, panitia melakukan pemeriksaan.

Peserta tidak diperbolehkan membawa perlengkapan lainnya, seperti handphone (HP), kertas, pena maupun lainnya.

Bahkan setelah memasuki ruangan, peserta kembali diperiksa oleh pengawas dan peserta diharusnya menunjukan PIN dan kartu tanda penduduk (KTP) asli.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mura H Rudi Irawan mengatakan, untuk tes SKD CPNS di Kabupaten Mura pelaksanaannya dilakukan selama tiga hari sampai Selasa (30/10/2018) mendatang. Hari pertama dilakukan empat sesi. Setiap sesi dengan jumlah peserta sebanyak 320 orang, dengan waktu 90 menit.

“Hari kedua lima sesi, dan hari terakhir satu sesi. Setelah selesai, dilanjutkan untuk peserta Kabupaten Empat Lawang dan Muratara. Pelaksanaan tes dua kabupaten tersebut di Auditorium Eks Pemkab Mura di Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau,”tegas Kepala BKPSDM Pemkab Mura, H Rudi Irawan Ishak. Minggu (28/10/2018).

Menurutnya, untuk peserta total di Kabupaten Mura mencapai 3017 orang dari seluruh formasi. Dalam pelaksanaan tes SKD CPNS ini,  pihaknya menyiapkan komputer sebanyak 320 unit ditambah 4 unit untuk cadangan. Untuk pelaksanan tes SKD CPNS ini, Pemkab Mura hanya memberikan fasilitas tempat dan pelayanan kesehatan beserta satu unit mobil Lavatory.

Karena terkait dengan teknis, seperti mengantisipasi pemadaman listrik, dan peralatan lainnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Untuk teknisnya, mulai dari peserta datang, kemudian di cek secara manual, diaman setiap peserta membawa nomor ujian yang diprin sendiri, dicek dan untuk registrasi dan ditandatangi serta diberikan stampel. Lalu, diregistrasi online yang tersambung langsung ke sistem SSCN. Dari registrasi online, peserta akan mendapatkan PIN, yang nantinya akan dipakai untuk tes. Semua kewenangan pemerintah pusat,” jelas dia.

Dia menjelaskan untuk sesi pertama pelaksanaan tes SKD CPNS berjalan lancar dan tidak ada kendala. Hanya saja, dari 320 hanya 310 yang hadir. 10 orang peserta tidak hadir tanpa keterangan. Sehingga, sesuai aturan peserta itu langsung dianggap gugur.

Sementara itu, Bupati Mura H Hendra Gunawan mengatakan, untuk pelaksanakannya tes SKD CPNS ini awalnya direncanakan di Kota Palembang.

Akhirnya dikembalikan ke Kabupaten Mura. Bahkan, Kabupaten Mura juga menjadi tuan rumah pelaksanaan tes SKD CPNS bagi dua kabupaten lainnya yakni Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten Muratara.

“Semua pelaksanaan tes SKD CPNS ini menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun, Pemkab Mura sifatnya hanta menyiapkan fasilitas pendukung pelaksanaannya. Seperyi fasilitas tempat dan penyediaan pelayanan kesehatan serta mobil Lavatory,” ujar Bupati Mura, H Hendra Gunawan.

Orang nomor satu di bumi Lan Serasan Sekentenan menegaskan dirinya berharap, pelaksanaan tes SKD ini dapat berjalan lancar dan tanpa halangan apapun. Untuk tahap awal tes SKD ada tiga materi, yakni tes karakteristik pribadi, tes intelegensia umum, tes wawasan kebangsaan. Setiap tes tersebut materi sudah memiliki standarnya.

Dan untuk kelulusan menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun, untuk peserta di Kabupaten Mura sendiri persyaratannya dibuat seluas-luasnya.

Artinya siapapun dan dari mana pun diperbolehkan untuk mendaftar. Selagi masih berwarna negara Republik Indonesia.

Termasuk juga masalah indeks prestasi komulatif (IPK). Meski IPK kecil saat kuliah, namun sekarang karena belajar mungkin saja sudah pintar.

“Untuk tahun ini tes CPNS tidak ada tes wawancara. Artinya selesai tes TKD maka peserta yang dinyatakan lolos, kemudian mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) juga menggunakan Sistem Computer Assisted Test (CAT). Sehingga tidak ada peluang subjektif, karena tes wawancara terkesan subjektif,”ungkapnya.

Dia menambahkan dengan pelaksanaan tes ini Kabupaten Mura bisa mendapat sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Sehingga bisa bersaing untuk memajukan Kabupaten Mura menjadi lebih baik. Perlu diketahui, bahwa untuk tes CPNS jika memang lulus tentunya itu hasil kerja keras masing-masing. Tidak ada yang bisa menggangu gugat, bahkan bupatipun tidak bisa menentukannya.

“Kita (Pemkab Mura) bersyukur ditunjuk menjadi tuan rumah tes CPNS. Tentunya menjadi nilai plus tersendiri, sehingga bisa diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah. Kepercayaan ini harus kita jalankan dengan baik,” katanya. (key)