Tim Gabungan Setda Musi Rawas Ambil Sampel Limbah Cair PT SAS

MUSI RAWAS,BS – Tim gabungan Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah Musi Rawas (Setda Mura) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pengambilan sampel limbah cair hasil pengelolaan buah kelapa sawit CPO (Crude Palm Oil), di PT Selatan Agung Sejahtera (PT SAS), di desa Petunang Kecamatan Tuah Negeri.

Pengambilan sampel limbah cair di mulai dari kolam pengelolaan limbah cair akhir (Kolam Biologis Pond 2). Di dalam kolam tersebut telah ditebar dan berkembangbiak sejumlah ikan seperti mujair, gurami dan nila.

Selanjutnya tim melakukan pengambilan sampel air di aliran Sungai Kelingi, yang tidak jauh dari kolam Biologis Pond 2. Terakhir, tim gabungan mengambil sampel limbah cair di kolam pendinginan limbah cair (Cooling Pond) yang pertama keluar dari pabrik pengelolaan buah kelapa sawit.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Setda Mura, Risman Sudarisman mengatakan pengambilan sampel limbah cair dilakukan untuk menjawab keluhan yang disampaikan masyarakat. Karena, sebelumnya sudah dilakukan pengambilan sampel dari kolam limbah cair. Hasilnya tidak terjadi permasalahan karena standar yang telah ditentukan sudah dilaksanakan manajemen PT SAS.

“Kita harapkan apa yang dilakukan ini untuk mendapatkan hasil terbaik. Sehingga, tidak terjadi permasalahan lainnya yang menjadi keluhan di masyarakat,”tegas Risman Sudarisman saat melakukan pertemuan di Kantor PT SAS Desa Petunang Kecamatan Tuah Negeri. Kamis (27/06/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mura, Hermenrudin melalui Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) Yanuar Saleh menegaskan pengambilan sampel limbah cair untuk dilakukan pemeriksaan kembali di Laboratorium Sucofindo Palembang dan Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan.

Sebab, sebelumnya DLH Mura telah melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel limbah cair PT SAS.

“Kita ambil sampel limbah cair ini untuk diperiksa kembali di dua laboratorium. Hal itu, untuk memastikan memang limbah cair yang dikelola sesuai aturan dan ketentuan. Meskipun sampel limbah cair telah dilakukan pemeriksaan di Laboratorium DLH Mura,”kata Yanuar Saleh.

Dia menjelaskan Laboratoriun DLH Mura telah memiliki sertifikasi ISO untuk pengujian sampel limbah cair. Namun, dengan pemeriksaan di dua laboratorium tersebut dapat memberikan kepastian limbah yang dikelola sesuai baku mutu.

Setelah hasil pemeriksaan sampel limbah dilakukan. Selanjutnya dibuat kajian sampel limbah cair. Jika semua memenuhi standar baku mutu maka izin limbah cair PT SAS segera diterbitkan.

“Kita menunggu hasil pemeriksaan dari dua laboratorium tersebut. Jika cepat selesai segera dibuatkan kajian pengelolaan limbah,”ungkapnya.

Sementara itu, Humas PT SAS, Bambang Irawan menjelaskan pihaknya menyambut baik adanya pengambilan sampel limbah cair untuk dilakukan pemeriksaan kembali di dua laboratorium tersebut. “Ini menjadi bukti kedepan nantinya bahwa PT SAS sangat komitmen dalam pengelolaan limbah cair dari pabrik CPO,”pungkasnya.(key)