Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Herman Deru Tekankan Camat Monitor Pendataan Door to Door

Laporan: Tia

 

KOTA PALEMBANG, BS — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Seru, menginstruksikan seluruh camat di wilayahnya untuk memonitor dan memfasilitasi pergerakan 7.800 lebih petugas lapangan guna menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang akan mendatangi lebih dari 2,8 juta rumah tangga.

 

 

Deru menekankan jika pengawalan dari pihak kecamatan sangat krusial demi menjamin akurasi data komprehensif yang akan menjadi fondasi kebijakan pemerintah di semua tingkatan.

 

“Dan ini butuh kesiapan dari mitra, mitra DPS, tapi yang di lapangan ada wilayah, apa itu, di kecamatan. Makanya dalam rapat camat ini kita tekankan betul-betul bahwa kita harus memiliki kesiapan untuk menghadapi sensus 2026,” ujar Deru saat diwawancarai, pada Selasa (12/05/2026).

 

Deru menjelaskan sensus yang mencakup 41 item pendataan ini memiliki perbedaan mendasar dengan survei karena tidak mengenal margin error, sehingga peran camat sebagai pimpinan wilayah sangat diperlukan untuk memastikan setiap unit usaha dan rumah tangga terdata dengan valid.

 

Akurasi data tersebut nantinya akan digunakan oleh Bupati, Gubernur, hingga Presiden untuk menentukan arah kebijakan ekonomi dan sosial yang tepat sasaran.

 

“Tadi ada 7.800 lebih petugas kami yang akan ke lapangan, tersebar di kabupaten/kota di seluruh Sumatera Selatan. Maka camat berkewajiban nanti dengan tugasnya sebagai pimpinan wilayah untuk terus memonitor dan memfasilitasi pertemuan,” tuturnya.

 

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Moh Edy Mahmud, menambahkan jika dukungan dari perangkat kewilayahan seperti camat sangat memudahkan timnya dalam melakukan pendataan yang dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai Mei hingga Agustus 2026.

 

Pendataan secara Door to Door ke rumah warga, bangunan usaha, hingga pedagang kaki lima sendiri akan mulai diintensifkan pada pertengahan Juni mendatang.

 

“Makanya tadi juga mengundang camat juga kan, camat seluruh se-Sumatera Selatan, sebagai bagian cara kami untuk lebih memudahkan nanti ketika kegiatan di lapangan selama empat bulan. Nanti di bulan Juni yang Door to Door ke lapangan itu mulai tanggal 15. Jadi petugas akan keliling lagi ke rumah-rumah, ke bangunan-bangunan usaha, kaki lima, yang didatangi,” imbuhnya.

 

Guna menjaga kualitas data dari potensi manipulasi, BPS Sumatera Selatan juga telah menyiapkan strategi rekrutmen petugas yang selektif serta melakukan pendekatan persuasif kepada asosiasi pengusaha besar.

 

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan BPS ini, diharapkan potret ekonomi Sumatera Selatan, mulai dari skala UMKM hingga industri besar, dapat tergambar secara nyata dan akurat.

 

“Kami juga sering melakukan diskusi, ngobrol bareng sama para pengusaha supaya kami juga dapat gambaran persis. Kami berkomunikasi, ngobrol, diskusi. Itu juga jadi bahan bagi kami untuk bisa melihat data yang diberikan oleh mereka itu sebetulnya valid atau tidak,” pungkasnya.