Antrian Kendaraan Mengular di SPBU Pagar Alam

Laporan : Delta Handoko

 

KOTA PAGAR ALAM, BS — Beberapa hari terakhir masyarakat Kota Pagar Alam dibuat panik dengan keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sehingga penumpukan ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat terus terjadi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

 

Bahkan antrian kendaraan yang antri mengisi BBM mengular di sejak pagi hingga malam hari dan menyebabkan kemacetan lalu lintas. Hal sama juga terjadi di semua Pertamini – Pertamini yang ada.

 

Mimi salah satu pemilik SPBU di Desa Karang Dalo menyebut, penyebab antrian yang terjadi dikarenakan salah satu produk BBK yaitu jenis Pertamax sedang ada kendala stok dari Depo Pertamina.

 

Hal ini kata dia kemudian memicu pemilik kendaraan beralih membeli Pertalite yang menyebabkan penumpukan dan antrian panjang.

 

“Ini karena Pertamax yang kosong dari depo Pertima sehingga masyarakat yang biasanya malas antri beli BBM subsidi kini kembali beralih ke Pertalite itupun jika biasanya beli hanya cukup untuk sekali jalan akibat ketiadaan Pertamax mereka pun beli Pertalite lebih banyak dari biasanya,” ungkapnya

 

 

Penumpukan kendaraan ini lanjutnya juga di pengaruhi oleh peralihan metode pembayaran pembelian BBM solar subsidi ke sistem non tunai. Hal ini pun juga membuat masyarakat kota Pagar Alam banyak yang tidak siap, sehingga proses transaksi di SPBU pun menjadi terhambat.

 

“Per 15 September Pertamina mengintruksikan metode pembayaran untuk pembelian solar subsidi wajib non tunai hal ini pun berpengaruh pada pelayanan kami sebab masyarakat banyak yang belum siap menggunakan metode melalui aplikasi tersebut,” imbuhnya.

 

Dirinya menampik antrian dan penumpukan kendaraan di SPBU – SPBU maupun Pertamini ini di karenakan pengurangan kuota pasokan atau keterlambatan pengiriman BBM dari Pertamina.

 

“Untuk kuota maupun jadwal pengiriman masih normal dari Pertamina contohnya kami dapat 16 ton perhari namun karena kendala ketiadaan Pertamax dan peralihan metode pembayaran ini saja jadi penyebab antrian panjang ini,”pungkasnya.